Senin, 06 Okt 2014 15:16 WIB

Peduli Kanker Testis, Pria Ini Dorong Bola Raksasa Keliling Amerika

- detikHealth
Thomas Cantley (Foto: www.ballpush.org) Thomas Cantley (Foto: www.ballpush.org)
New Orleans - Sungguh unik cara yang dilakukan Thomas Cantley (31) untuk meningkatkan kepedulian masyarakat AS akan kanker testis. Ia mendorong bola raksasa berdiameter sekitar 1,8 meter keliling Amerika.

Cantley memiliki keinginan kuat untuk melakukan aksi ini karena ia pun dulunya adalah pasien kanker testis. Ia didiagnosis kanker testis stadium 3 pada tahun 2009. Meskipun kehilangan salah satu testisnya, ia bersyukur setidaknya sel kankernya tak menyebar ke kelenjar getah bening.

Pasca pulih dari penyakit tersebut, ia memiliki misi untuk mencegah para pria di Amerika mengalami hal yang sama sepertinya. Setidaknya ia ingin para pria tak menunda memeriksakan diri ke dokter, agar jika memang terdapat kanker testis, maka dapat diobati dengan cepat.

Menurut Cantley, tak banyak pria yang mengetahui dan peduli dengan kanker testis. Oleh sebab itu, keinginannya untuk meningkatkan kepedulian tentang penyakit ini sangat tinggi.

"Saya keliling sebelas kota, mulai dari Santa Monica hingga New York. Sepanjang perjalanan saya akan menjelaskan tentang penyakit ini pada mereka yang saya temui," tulis Cartney dalam situs sosial kegiatannya ini, www.ballpush.org, dan dikutip pada Senin (6/10/2014).

Ya, proyek sosial yang ia lakukan ini diberi nama Ball Push. Selama perjalanan ini ia juga merekrut anggota baru dalam kelompok sosialnya terkait kanker testis, Mr Ballsy.

"Selama perjalanan saya juga ingin mengingatkan pada pria, terutama yang berusia 13-35 tahun, untuk rutin check-up ke dokter dan jangan merasa sendiri jika memang terdiagnosis positif," imbuh Cantley.

Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai fotografer ini memulai perjalananya dari dari Santa Monica pada 4 September silam dan kini tengah berada di New Orleans. Jika perjalanannya lancar, sesuai rencananya ia akan tiba di New York pada 13 Oktober mendatang.

"Saat saya terdiagnosis, saya sadar bahwa saya harus mengingatkan orang lain tentang penyakit ini. Setidaknya itu yang bisa saya lakukan dalam hidup saya," tuturnya.

(ajg/vit)