Dikira Cuma Saraf Kejepit, Remaja Ini Ternyata Idap Tumor Langka

Dikira Cuma Saraf Kejepit, Remaja Ini Ternyata Idap Tumor Langka

- detikHealth
Kamis, 16 Okt 2014 08:07 WIB
Dikira Cuma Saraf Kejepit, Remaja Ini Ternyata Idap Tumor Langka
Dion Yates (Foto: Dailymail)
Newcastle, Inggris - Selama berbulan-bulan, Dion Yates merintih karena merasakan sekujur kakinya kesakitan. Awalnya ia mengira itu hanya saraf kejepit. Namun ia dibuat terkejut ketika mendengar pernyataan dokter bahwa ia mengidap kanker tulang langka.

Penderitaan Dion dimulai ketika ia tiba-tiba merasakan nyeri di kakinya sejak bulan November tahun lalu. Rasa nyerinya begitu parah hingga ia memohon kepada sang ibu untuk menyiapkan air panas di tengah malam agar ia bisa gunakan untuk mandi dan meredakan nyeri di kakinya.

Bahkan enam bulan kemudian rasa nyeri itu tak juga hilang. Sang ibu akhirnya membawanya ke rumah sakit, dan di sana ia hanya didiagnosis mengidap gangguan tulang, mulai dari kerusakan ligamen hingga saraf kejepit. Tapi bukan berarti masalah Dion terselesaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dion merasa dokter seperti tidak menganggap serius kondisinya. Hingga akhirnya Dion tak bisa berjalan, barulah dokter mencoba melakukan pemindaian dengan sinar X dan juga scan MRI.

Ternyata ada tumor yang menekan saraf siatik Dion, atau saraf yang terletak di sepanjang kaki hingga ke pantat. Tumor yang dimaksud adalah sarkoma Ewing.

Sarkoma Ewing dikenal sebagai kanker tulang dan jaringan langka yang kerap ditemukan pada anak-anak dan remaja. Tumor ini sebenarnya bisa muncul di bagian tubuh mana saja, tapi yang paling sering ditemukan di tulang lengan dan kaki, pinggul atau dada, serta bisa menyebar ke organ lain.

Gejalanya tak begitu jelas, namun yang paling banyak adalah nyeri, kadang bengkak, terutama di bagian tumbuhnya tumor, dan demam.

Sayang ketika Dion akhirnya berhasil didiagnosis, kankernya telah menyebar ke tulang belakang, rahim, kandung kemih, usus hingga ke pinggulnya.

"Ketika mereka mengatakan ini adalah kanker, saya sangat lega karena setidaknya mereka tahu apa yang terjadi pada diri saya, dan mereka mempercayai apa yang telah saya alami selama ini," ujar Dion seperti dikutip dari www.justgiving.com, Kamis (16/10/2014).

Keesokan harinya, Dion langsung dibawa ke unit kanker di Royal Victoria Infirmary, Newcastle di mana ia menjalani tujuh kali operasi yang menghabiskan lebih dari 60 liter darah, 9 sesi kemoterapi, termasuk enam minggu radioterapi di Freeman Hospital.

Tak hanya itu, remaja berumur 15 tahun itu juga ambil bagian dalam percobaan obat baru untuk sarkoma Ewing. Dan tampaknya upaya itu tak sia-sia.

Dion bisa kembali bergerak aktif seperti tidak pernah sakit parah. Dion juga bisa bersekolah lagi. "Saya malah menantikan liburan bersama keluarga dan mulai berlatih kick boxing," tuturnya.

Padahal sebelumnya dokter telah mewanti-wanti selepas menjalani serangkaian operasi, Dion mungkin harus bergantung pada kursi roda. Rambutnya pun rontok karena obat kemoterapi yang dikonsumsinya. Remaja asal Moray, Skotlandia itu memang tak mau berputus asa. Ia ingin sembuh dan beraktivitas layaknya anak-anak seumurannya, meski konon kanker yang diidapnya cukup mematikan.

Sembari menunggu kesembuhan Dion, keluarganya juga tengah aktif menggalang dana untuknya lewat Teenage Cancer Trust. Sejauh ini mereka berhasil mengumpulkan uang sebanyak 10.000 poundsterling (sekitar Rp 194 juta) untuk pengobatan Dion.

(lil/vta)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads