Rabu, 22 Okt 2014 10:35 WIB

True Story

Kisah Wanda Hamidah 'Perang' Batin Hadapi Tumor Jinak di Payudaranya

- detikHealth
Wanda Hamidah (Foto: Ajeng/detikHealth)
Jakarta - Siapa tak tahu Wanda Hamidah? Artis cantik yang kini terjun di dunia politik ini rupanya sempat mengalami fase kesedihan yang mendalam. Wanda diberitahu oleh dokter bahwa ia memiliki tumor jinak pada payudaranya yang juga berpotensi menjadi kanker.

"Saya tidak mau disebut survivor. Soalnya saya tidak sampai pada tahap kanker, hanya tumor jinak. Saya awalnya memang tidak aware, menemukan benjolannya sudah lama tapi saya tidak peduli," ungkap Wanda, dalam acara 'Pink Ribbon Brunch' yang diadakan di Hotel Alila, Pecenongan, Jakarta Pusat, seperti ditulis Rabu (22/10/2014).

Ia menyayangkan saat ini banyak wanita yang tidak sadar akan bahayanya kanker payudara. Menurutnya malah banyak wanita yang sudah sadar, namun tetap saja tidak peduli untuk sekadar cek ke dokter. Padahal jika memahami bagaimana efek dari penyakit ini, maka kemungkinan penyakit tersebut bisa semakin parah juga kecil.

"Benjolannya teraba tapi karena tidak sakit jadinya saya menyepelekan. Karena saya menyusui waktu itu, saya pikir benjolan itu hanya benjolan air susu jadi saya nggak ke dokter," papar ibu dari tiga orang anak ini.

Ketika kemudian sekitar tahun 2010 ia melakukan medical check up, barulah kemudian ia disarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis onkologi. Benjolan sebesar 1,8 cm yang ada di payudaranya tersebut juga disebut dokter sebagai tumor jinak.

"Pas tahu itu tumor, saya merasa sedih dan down sekali. Soalnya orang tua dan kakak saya tidak ada yang kena. Sebelumnya kakak dari ibu saya meninggal karena kanker payudara, jadi agak menakutkan juga untuk saya," imbuhnya.

Walaupun dokter mengatakan tumor tersebut tidak harus langsung diangkat, ia tetap was-was karena potensinya untuk berkembang menjadi kanker tetap selalu ada. Wanda pun memutuskan untuk mencari second opinion di rumah sakit lain. Setelah konsultasi lagi dengan keluarga, akhirnya akhir tahun 2010 ia memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan tumor.

"Kini saya lega dan lebih menjaga pola hidup sehat. Pola makan saya juga langsung berubah, saya lebih pilih sayur organik, telur ayam kampung, beras merah, dan roti gandum. Saya juga sempatkan olahraga dan masih tetap periksa rutin juga," papar Wanda.

Ia berpesan pada seluruh lapisan masyarakat, terutama wanita, untuk tidak menganggap remeh kanker payudara dan mau konsultasi ke dokter jika ditemukan ada benjolan. Berdasarkan pengalamannya, menunda-nunda cek ke dokter akan membuat risiko kanker menjadi berkembang lebih buruk.

(ajg/up)