Bahkan sang ayah, Michael mengaku harus selalu memaksa putranya yang bernama Landon ini hanya untuk makan. Setiap hari ia berkata, 'Take a bite, take a drink' (makanlah, minumlah) seperti merapal mantra kepada Landon. Bukan sekali-dua kali, tapi berulang-ulang kali agar putranya mau makan.
Namun Landon bergeming. "Dengan mata kepala kami sendiri, kami melihat kondisi tubuhnya makin lama makin kurus dari hari ke hari," keluh Michael seperti dikutip dari NY Daily News, Rabu (29/10/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini bermula pada bulan Oktober 2013. Pagi itu, Landon terbangun dari tidur sembari mengeluh kepalanya sangat pening, hingga nyaris pingsan dan ia terus batuk-batuk sembari mengeluarkan dahak. Padahal sehari sebelumnya, remaja berumur 12 tahun itu tampak baik-baik saja.
Michael pun membawanya ke rumah sakit dan Landon diminta menjalani penyinaran di dadanya. Ternyata dokter menemukan infeksi di paru-paru kirinya. Dan dalam waktu setahun, infeksi ini pun bisa disembuhkan.
Akan tetapi semenjak saat itu semua berubah, karena mendadak Landon tak mau makan lagi.
Untuk menemukan jawaban atas apa yang terjadi pada Landon, keluarga ini pun membawa Landon mendatangi berbagai ahli medis di lima kota di Amerika. Mulai dari dokter anak di Waterloo, Cedar Rapids, Des Moines, Madison hingga ke Mayo Clinic yang ada di Rochester, Minnesota.
Ia juga diminta menjalani berbagai pemeriksaan, seperti encephalogram atau semacam scan otak, hingga evaluasi kondisi kejiwaan. Potensi gangguan pencernaan dan gangguan makan pada diri Landon pun dicek, namun hasilnya nihil.
Di sisi lain, berat badan Landon terus berkurang satu kilogram tiap minggunya. Bobotnya kini tinggal 31 kg, padahal sebelumnya bobot Landon mencapai 47 kg.
"Saya kira hypothalamus (bagian otak yang mengatur rasa lapar, haus, pola tidur, dan suhu tubuh) Landon tidak bekerja dengan baik. Dan bisa jadi ia adalah satu-satunya orang yang mengalami masalah ini," tandas Dr Marc Patterson, ahli saraf anak dari Mayo Clinic.
Namun Dr Patterson tak dapat memastikan apa yang sebenarnya dialami Landon. Ia mengaku telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap Landon, tapi hingga kini ia belum menemukan diagnosis yang tepat untuk bocah malang itu.
Selepas dari Mayo Clinic, rencananya Landon akan dibawa ke National Institutes of Health, Bethesda, Maryland. Rumah sakit ini telah dikenal luas sering menangani berbagai kasus penyakit langka. Dan baik Michael maupun Debbie berharap mereka bisa menemukan jawabannya di sana.
Untuk sementara, Landon akan dipasangi semacam selang di dalam perutnya agar makanan dapat langsung masuk ke tubuhnya, tanpa perlu memaksa Landon untuk makan seperti orang normal.
(lil/up)











































