Pesta Halloween Jadi Kelabu Karena Lensa Kontak Nempel ke Bola Mata

Pesta Halloween Jadi Kelabu Karena Lensa Kontak Nempel ke Bola Mata

- detikHealth
Kamis, 06 Nov 2014 12:33 WIB
Pesta Halloween Jadi Kelabu Karena Lensa Kontak Nempel ke Bola Mata
Jakarta -

Untuk menunjang penampilannya saat menghadiri pesta Halloween pekan lalu, Nicola Cavanagh membeli sebuah lensa kontak khusus. Tapi di akhir pesta, kemalangan menimpa Nicola. Ia tak bisa melepas lensa tersebut karena telah menyatu dengan bola matanya.
 
Setelah tujuh jam dipakai, salah satu lensa kontak seharga 10 poundsterling atau sekitar Rp 195.000 sepasang itu justru menempel di bola mata kiri Nicola. Beruntung Nicola akhirnya berhasil melepas lensa tersebut setelah selama 1,5 jam, dengan cara membenamkan wajahnya ke dalam air hangat terlebih dulu.
 
Akan tetapi masalah menjadi runyam ketika lensa itu berhasil dilepaskan. Ibu dua anak itu merasakan perih luar biasa di mata kirinya. Ia pun dilarikan ke rumah sakit.

"Dokter mengatakan ketika diambil, lensa itu telah merusak lapisan paling luar dari kornea, atau bagian terdepan dari mata saya. Saya juga diperlihatkan gambarnya, dan ia mengatakan kondisi ini cukup buruk, jadi saya panik," tutur Nicola seperti dikutip dari berbagai sumber, Kamis (6/11/2014).
 
Ketika ditanya apa yang ia rasakan saat berusaha melepas lensa kontak itu, Nicola mengungkapkan bahwa ia merasa seperti ada seseorang yang menumpahkan cairan pemutih ke dalam matanya.

"Saya tak pernah merasakan sakit yang seperti ini. Saya berteriak kesakitan. Ketika sudah lepas, saya langsung lari ke kamar mandi dan menyipratkan air ke mata saya. Kekasih saya kemudian memberi obat cuci mata tapi itu malah memperparah rasa sakitnya," keluhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh dokter, wanita berumur 42 tahun itu pun diberi obat pereda nyeri, sebuah gel pelicin untuk melembabkan matanya serta obat tetes agar pupilnya dapat melebar sehingga penglihatannya tidak ikut-ikutan mengalami gangguan.

Karena insiden tersebut, Nicola menghentikan semua aktivitasnya, termasuk harus meminta cuti dari pekerjaannya di sebuah sekolah dasar. Tiap empat jam sekali, ia juga harus meneteskan obat dan mengoleskan salep ke mata kirinya.

"Setelah diperiksa, keesokan paginya pandangan saya menjadi kabur, saya tak bisa lihat apa-apa. Bila terkena cahaya yang menyilaukan, rasa sakit muncul kembali karena pupil saya melebar," ungkapnya. Untuk membantu memulihkan matanya, Nicola juga harus mengenakan kacamata hitam sepanjang waktu.
 
Beruntung belakangan kondisi mata kiri Nicola mulai membaik. Di sisi lain, produsen lensa kontak yang dipakai Nicola, Smiffy, mengaku untuk sementara akan menarik produk mereka dari pasaran, sementara mereka melakukan investigasi terkait masalah ini.
 
Seorang ahli bedah mata, Dr David Allamby sejatinya telah mewanti-wanti kepada sebagian orang yang membeli lensa kontak sembarangan, terutama menjelang perayaan Halloween.

"Lensa kontak untuk gaya-gayaan ini harusnya diperlakukan sama dengan kontak lensa untuk pengobatan. Harus disertai dengan panduan penggunaan dan di bawah pengawasan dokter," tegasnya.

Dr Allamby menambahkan bila lensa kontak semacam ini digunakan dengan cara yang tidak benar, maka bisa menyebabkan lecet pada kornea, sehingga bakteri bisa masuk dan 'menumpuk' di belakang lensa. Pada akhirnya ini akan menjadi bisul yang dapat mengakibatkan kebutaan atau kerusakan mata permanen.

(lil/up)

Berita Terkait