Menurut dokter, bocah yang lahir dua tahun lalu itu mengalami kondisi yang disebut dengan 'thumb apalasia'. Namun dokter menambahkan apa yang terjadi pada Connor sangatlah langka, apalagi karena ke-8 jari lainnya dapat berfungsi seperti anak-anak pada umumnya.
Dokter memperkirakan kondisi Connor hanya dialami satu dari 100.000 bayi di penjuru dunia. Akan tetapi orang tua Connor, terutama ayahnya, Jason khawatir ini akan mempengaruhi kehidupannya ketika dewasa nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beranjak dewasa, bocah asal Charlottesvile, Virginia itu pun terbiasa menggunakan jari-jarinya yang hanya 8 buah tersebut. Ketika ia mengambil sesuatu, jari-jarinya akan bergerak persis seperti capit kepiting. Melihat hal ini, orang tuanya justru prihatin. Hingga akhirnya mereka membawa kasus Connor ke University of Virginia Hand Center.
Beruntung tim dokter percaya kasus Connor dapat diatasi dengan prosedur bedah yang disebut 'digit pollicization'. Dalam prosedur ini, kedua jari telunjuk Connor diambil, kemudian diperpendek. Setelah itu, keduanya dipasangkan ke bagian tangan yang seharusnya ditempati ibu jari.
Hasil akhirnya Connor tetap memiliki empat jari, karena demi membuat ibu jari, ia harus kehilangan jari telunjuknya. Namun dengan kondisi seperti itu, kedua tangan Connor dapat berfungsi secara normal.
"Ini adalah salah satu tindakan operasi paling kompleks yang pernah saya lakukan. Untuk membuat ibu jari, kami harus menghubungkan pembuluh darah dan saraf dari jari telunjuk Connor ke bagian ibu jarinya, padahal tangannya sangat kecil. Begitu pula dengan struktur, pembuluh darah dan saraf-sarafnya," ungkap salah satu ahli bedah ortopedi yang menangani Connor, Dr Bobby Chhabra.
Operasi ini sendiri dilangsungkan sejak umur Connor masih satu tahun. "Ini adalah usia optimal untuk melakukan prosedur ini karena saat itulah anak belajar bergerak dan memperlihatkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Bila setelah dewasa baru dioperasi, ia akan kesulitan untuk belajar menggunakannya, karean otak orang dewasa tidak pandai beradaptasi lagi," terang Dr Chhabra.
Tujuh bulan pasca operasi, Dr Chhabra tetap memantau kondisi Connor. Ia demi memastikan kedua ibu jari baru milik Connor dapat tumbuh secara alami.
"Saya menangis melihatnya, karena ini luar biasa. Awalnya Connor juga bingung melihat jarinya berubah, dan ia sempat beberapa kali memandanginya. Tapi ia mudah beradaptasi dengan kedua tangannya dan melakukan hal apapun seperti yang dilakukan anak-anak lain," timpal Jason.
Toh menurut Jason, tak banyak orang yang menyadari bila bocah ini sebenarnya tak memiliki jari telunjuk.
(lil/up)











































