Bukan Tumor, Payudara Wanita Ini Membesar Karena Kondisi Langka

Bukan Tumor, Payudara Wanita Ini Membesar Karena Kondisi Langka

- detikHealth
Senin, 01 Des 2014 10:02 WIB
Bukan Tumor, Payudara Wanita Ini Membesar Karena Kondisi Langka
Nyonya Lin (Foto: Daily Mail)
Xiamen, Tiongkok - Payudara seorang wanita cenderung tumbuh sejak usia pubertas hingga memasuki umur 20. Namun buah dada wanita asal Tiongkok ini justru membesar ketika usianya mencapai 30-an tahun.

"Ukuran payudara saya normal-normal saja, bahkan setelah melahirkan di usia 20. Tiba-tiba saja mereka tumbuh dengan cepat ketika di usia saya 30," tutur wanita yang hanya diketahui bernama Nyonya Lin tersebut.

Awalnya ia tak ambil pusing. Hingga akhirnya di usianya yang ke-50, barulah Nyonya Lin merasa payudaranya yang besar mulai mengganggu aktivitasnya. Ia pun mendatangi rumah sakit untuk mencari pertolongan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter yang ditemui Nyonya Lin, Dr Ouyang Zhong dari Xiamen University's 1st Hospital mengaku sepanjang karirnya, ia tak pernah melihat seorang wanita dengan payudara sebesar milik Nyonya Lin. "Payudaranya bahkan menggantung hingga ke bawah pusarnya," ungkapnya seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (1/12/2014).

Dr Zhong kemudian melakukan tindakan operasi untuk mengangkat sebagian jaringan lemak yang ada di payudara Nyonya Lin. Tak tanggung-tanggung, ia dan timnya berhasil mengangkat 6 kg jaringan lemak agar payudara Nyonya Lin bisa kembali ke bentuk normal, yakni ukuran cup C.

"Berat lemak yang kami angkat hampir dua kali lipat dari berat rata-rata bayi yang baru lahir," imbuhnya, masih dengan penuh kekaguman.

Dalam istilah medis, kondisi yang dialami Nyonya Lin biasa disebut dengan 'gigantomastia' dan terjadi bila berat payudara seseorang tiga persen lebih besar daripada total berat badannya.

Masalahnya, sebagian besar penderita kondisi langka ini mengalami dampak fisik yang menyakitkan, mulai dari nyeri punggung, nyeri leher, nyeri di kedua lengan, sakit kepala, hingga pembengkokan tulang belakang. Kulit pun bisa meregang sehingga rentan menyebabkan lecet atau luka.

Bila dibiarkan dalam waktu lama, kondisi ini juga dapat memicu gangguan pernapasan. Belum lagi biasanya mereka juga mengalami depresi dan minder. Rasa minder karena bentuk payudara besar inilah yang menghalangi penderita gigantomastia untuk menjaga tubuhnya dengan berolahraga. Tak heran bila kemudian mereka rentan menjadi obes, terserang diabetes hingga penyakit jantung.

Gigantomastia bisa menyebabkan pembesaran payudara di kedua sisi, akan tetapi umumnya salah satu bagian akan terlihat lebih besar daripada bagian lainnya. Dan dalam kasus Nyonya Lin, payudara kanannya tampak lebih besar ketimbang payudara kirinya.

Sejauh ini penyebab pasti dari gigantomastia tidaklah diketahui. Hanya saja peneliti menduga gigantomastia disebabkan oleh peningkatan sensitivitas pada hormon-hormon yang umumnya dimiliki wanita, yaitu prolaktin, estrogen dan progesteron. Bisa juga karena melonjaknya kadar ketiga hormon tersebut dalam tubuh. Namun tidak menutup kemungkinan bila keduanya terjadi secara bersamaan.

(lil/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads