Sayang Anak, Astrid Tiar Hobi Ikut Seminar tentang Anak

Sayang Anak, Astrid Tiar Hobi Ikut Seminar tentang Anak

- detikHealth
Minggu, 07 Des 2014 16:30 WIB
Sayang Anak, Astrid Tiar Hobi Ikut Seminar tentang Anak
Astrid Tiar (Foto: Tiara / detikHealth)
Jakarta - Anak merupakan hrapan orang tua. Tak heran orang tua akan melakukan aneka hal demi yang terbaik bagi anaknya. seperti dilakukan artis dan presenter Astrid Tiar. Dia bahkan hobi mengikuti seminar tentang perkembangan anak demi mendapat informasi dari para pakar.

"Kalau ada seminar-seminar gini saya hobi ngikutin, bahkan sampai ke Surabaya demi mendapatkan pengetahuan. Buku-buku seputar anak juga saya baca, sampai saya mau beli buku dokter anak," ucap Astrid dalam seminar Mengenali Masalah Selama Hamil dan Perawatan Bayi Baru Lahir di RSAB Harapan Kita, dan ditulis pada Minggu (7/12/2014)

Ia berpesan agar para orang tua tidak malu untuk memantau tumbuh kembang anak dengan berkonsultasi pada pakarnya. Bukan berarti anak tersebut mengalami keterbelakangan mental, tapi bisa mendapatkan ilmu dan mengetahui teknis pertumbuhan anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Astrid yang datang beserta putrinya, Dialucita Annabel Estheressa Thiorina Situmorang yang akrab disapa Annabel, dan suaminya, Gerhard Reinaldi, lantas membagikan cerita masa sulitnya mengurus anak. Pasca melahirkan, setelah 4 hari pulang dari rumah sakit, Annabel menderita panas tinggi hingga 38,8 derajat Celcius. Tak cuma itu, mata, kuku, dan kulit Annabel berubah kuning. Bobotnya juga mengalami penurunan drastis, dari saat lahir 4.080 gram menjadi 3.500 gram.

Saat itu, Astrid langsung menghubungi dokter dan dikatakan dokter, Annabel harus masuk NICU. "Duh udah tambah gila rasanya, udah susah punya anak, preeklampsia dan masuk NICU, lahir dalam usia kandungan 36 minggu yang seharusnya katanya 38 minggu. Itu rasanya udah kayak apa ya? Wow! Tapi, bukan berarti semua harapan sirna kalau anak sudah pernah masuk NICU, masih ada harapan kok meskipun masih harus kontrol ke dokter dan tetap berjuang, makanya ketika punya anak ini merupakan anugrah sekali dan dijaga banget," papar Astrid.

Anak dengan kelahiran prematur berisiko mengalami gangguan pada organ tubuh. Oleh karena itu, Astrid sangat peduli terhadap tumbuh kembang Annabel. "Dulu saya sering berkonsultasi ke dokter tumbuh kembang anak saya 2 minggu sekali, masalah kecil seperti jari anak saya terjepit pun saya konsultasikan ke dokter karena saking parnonya. Sampai akhirnya intensitas bertemu dokter berkurang dan kini saya bertemu dokternya setiap 6 bulan sekali," sambung Astrid.

Untunglah di usia hampir 2 tahun, kesehatan Annabel tidak lagi bermasalah. Namun astrid tetap rajin mencari informasi seputar tumbuh kembang anak.

Preeklampsia pada ibu hamil memang harus diperhatikan, sebab bisa mengancam keselamatan. "Ibu yang mengalami preklampsia, kehamilannya harus dihentikan atau dengan kata lain, bayinya harus segera dikeluarkan baik dengan persalinan normal maupun caesar, jika tidak dilakukan maka akan membahayakan ibu dan ada kerusakan organ pada ibunya," ucap dr Gde Suardana, SpOg dalam acara yang sama.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads