Tangan Lumpuh, Bocah Ini Dapat Ponsel Hands-Free Pertama di Dunia

Tangan Lumpuh, Bocah Ini Dapat Ponsel Hands-Free Pertama di Dunia

- detikHealth
Minggu, 28 Des 2014 08:55 WIB
Tangan Lumpuh, Bocah Ini Dapat Ponsel Hands-Free Pertama di Dunia
Noah Cunningham (Foto: Mirror)
Jakarta - Di usianya yang baru 10 tahun, Noah Cunningham perlahan harus terpaksa kehilangan kedua fungsi tangannya karena suatu penyakit. Namun Natal tahun ini, ia mengaku mendapat kado paling indah dalam hidupnya.

Penyakit yang diidap Noah adalah 'Duchenne muscular dystrophy'. Ini adalah sebuah gangguan turunan yang menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan otot dalam waktu cepat. Biasanya makin memburuk seiring dengan pertambahan usia.

Tentu saja karena penyakit ini Noah hanya bisa terduduk di kursi roda, dan sebentar lagi giliran kedua tangannya yang tak lagi berfungsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi Natal kali ini, Noah mendapatkan kado terindah. Ia dihadiahi sebuah ponsel. Namun ini bukanlah sembarang ponsel, melainkan Sesame Phone. Diklaim sebagai ponsel hands-free pertama di dunia, Sesame Phone memang dirancang khusus untuk para difabel.

Selain penderita Duchenne muscular dystrophy, ponsel ini dapat dipakai oleh pasien cedera tulang belakang, gangguan saraf gerak, cerebral palsy, Parkinson parah, multiple sclerosis, arthritis parah, dan difabilitas lain, terutama yang fungsi kedua tangannya mengalami gangguan.

Lantas bagaimana cara mengoperasikan ponsel ini? Noah tinggal menggerakkan kepalanya dan camera built-in yang ada pada ponsel ini akan mendeteksi setiap pergerakannya. Gerakan kepala inilah yang menggantikan fungsi tangan saat mengoperasikan ponsel.

"Saya tak sabar untuk memilikinya, karena dengan ini saya tetap bisa bermain games dan berselancar di internet," kata Noah seperti dikutip dari SoutportVisiter.co.uk, Minggu (28/12/2014).

Ibu Noah, Vicki juga berterima kasih dengan bantuan ini. Bahkan ia yakin ponsel tersebut akan mengubah hidup putranya. Apalagi Noah bertekad untuk hidup seperti anak-anak seumurannya, kendati belakangan kondisi Noah makin memburuk hingga harus memakai ventilator setiap malam.

Ponsel Sesame ini dikembangkan oleh seorang ilmuwan difabel bernama Giora Livne. Ia bekerjasama dengan pengembang aplikasi komputer Oded Ben Dov. Selain menciptakan ponsel ini, keduanya juga aktif menggalang dana agar ponsel-ponsel tersebut bisa diberikan ke difabel lain secara cuma-cuma.

Keluarga Noah juga tengah mengumpulkan dana untuk merombak taman rumahnya agar bisa dijadikan kolam air panas untuk terapi. "Kolam ini akan meredakan kram kaki yang sering dialaminya, tapi mungkin kami membutuhkan dana ekstra mencapai 5.000-6.000 poundsterling untuk membiayai semua ini," tutup Vicki.

(lil/ajg)

Berita Terkait