Kedua orang tua Craig, Naomi (30) dan Dean (28) awalnya sempat mengkhawatirkan masa depan buah hatinya kala didiagnosis dengan Global Developmental Delay (GDD), yakni keterlambatan dalam perkembangan tubuhnya. Kondisi ini bisa muncul karena cerebral palsy atau adanya kelainan neuromuskular.
Mereka kemudian mencari pengobatan bagi Craig dan menemukan sebuah terapi yang mungkin bisa membantu Craig, TheraSuit. Pakaian khusus astronot ini dirintis di Rusia pada awal tahun 1970-an. Biasanya pakaian ini digunakan untuk 'melawan tarikan' otot yang dialami astronot dalam perjalanan di ruang angkasa akibat kurangnya gravitasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakaian ini berfungsi dengan melatih tubuh memperbaiki gerakan dan refleks. Semua elemen dari pakaian ini saling terhubung satu sama lain melalui sistem kabel karet dan terapis dapat menyesuaikannya untuk menahan tubuh dalam keselarasan fisik yang tepat.
Craig telah mengeluarkan biaya sekitar Rp 95 juta untuk satu bulan pertama mencoba fase pertama terapi ini di Therapy in Praxis Centre, Harrogate, North Yorkshire. Naomi dan Dean bahagia bukan main saat melihat Craig bisa berjalan 11 langkah tanpa bantuan mereka.
"Ketika diagnosis ini diberikan pada Craig, kami benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Tetapi kemudian kami mendengar ada terapi dan mereka mengatakan kemungkinan besar Georgie akan bisa berjalan. Ini harapan untuk kami," ungkap Naomi.
Untuk bisa melanjutkan terapi ini, Craig membutuhkan dana dengan jumlah yang cukup fantastis, yakni sekitar Rp 383 juta.
"Kami menggalang dana untuk memberikan Craig kesempatan agar bisa meneruskan terapinya. Kami ingin ia bisa berlatih untuk berjalan lagi," tulis Naomi dalam sebuah situs donasi sosial, www.justgiving.com, Rabu (7/1/2015).
(ajg/vit)











































