Wanita yang bekerja sebagai penata rias ini awalnya memiliki berat badan 57 kg. Ia selalu menjaga kesehatannya dengan rajin fitness ke gym tiga kali dalam seminggu. Pola makannya pun teratur dan tak berlebihan.
Namun kini tanpa diketahui penyebabnya, bobot Pell terus naik sedikit demi sedikit sampai kini menjadi 108 kg. Dengan tubuhnya saat ini, Pell sangat kesulitan untuk berjalan dan tak bisa menjalani aktivitas sehari-harinya lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia sudah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter, namun tak satu pun dari mereka mampu menemukan diagnosis penyebab kegemukan yang dialami Pell. Namun akibat dari kondisinya ini, tekanan darahnya tinggi dan detak jantungnya menjadi ikut tidak teratur. Ia kini bahkan menjadi didiagnosis dengan sejumlah masalah kesehatan lainnya termasuk meningitis, tuberkulosis, pneumonia dan Clostridium Difficile.
Northampton Chronicle melaporkan, meskipun Pell sudah menjalani perawatan di rumah sakit dan diberi obat-obatan untuk mengurangi retensi cairan di tubuhnya, namun kondisi Pell belum membaik.
Tak cuma memengaruhi kesehatan tubuhnya secara fisik, kepercayaan dirinya pun kini semakin berkurang. Ia sangat jarang meninggalkan rumah karena malu dengan kondisi tubuhnya.
"Bahkan kali terakhir saya harus scan MRI, tim medis sempat mengatakan khawatir mesin yang ada tak muat untuk tubuh saya. Sehingga untuk alternatifnya saya hanya CT scan. Tidak seorang pun tampaknya tahu apa yang menyebabkan ini terjadi. Saya benar-benar takut berat badan saya akan terus bertambah," ungkapnya.
Pell mengungkapkan tidak akan berhenti mencari pengobatan sampai ia menemukan dokter yang bisa mendiagnosisnya dengan tepat. Didampingi kekasihnya, Mark, ia tetap berusaha menjalani hidupnya.
(ajg/vit)











































