Larkin didiagnosis dengan displasia ventrikel kanan aritmogenik atau arrhythmogenic right ventricular dysplasia (AVRD) saat dirinya masih berusia 14 tahun. Kondisi ini membuatnya sangat mungkin untuk mengalami serangan jantung mendadak kapan saja.
Setelah diperiksa dokter, tindakan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan Larkin adalah dengan melakukan transplantasi jantung. Namun karena donor seperti ini masih sangat sulit, Larkin harus benar-benar sabar menunggu dan tetap bertahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perangkat jantung buatan yang digunakan oleh Larkin disebut sebagai 'Big Blue', atau SynCardia temporary Total Artificial Heart. Alat ini berfungsi untuk memberikan oksigen ke organ-organ tubuhnya. Beruntung, Larkin mendapatkan kesempatan untuk menggunakan jantung buatan ini kali pertama di dunia.
Perangkat ini sendiri melekat pada kompresor eksternal melalui dua tabung yang terhubung ke dada Larkin. Sebagian dari perangkat ini juga dibuat seperti tas ransel sehingga dapat dibawa dengan mudah. Hebatnya, meskipun baru digunakan untuk kali pertama namun Larkin menunjukkan tanda-tanda adaptasi yang sangat baik terhadap perangkat tersebut.
"Sebelumnya ini adalah situasi yang sangat membuat saya stres. Setelah saya menggunakan alat ini, semua terasa lebih baik. Saya bahkan merasa seperti tidak memiliki gangguan jantung," ungkap Larkin, seperti dikutip dari NY Daily News, Rabu (14/1/2015).
Kini Larkin tidak perlu lagi tinggal dalam jangka waktu lama di rumah sakit sembari menunggu donor. Ia bisa tetap tinggal di rumahnya sendiri dan melakukan berbagai aktivitas rutin yang biasa ia lakukan sebelumnya.
(ajg/up)











































