Jumat, 27 Feb 2015 16:02 WIB

True Story

Lelah dengan Penyakitnya, Gadis 14 Tahun Ini Ingin 'Ditidurkan Selamanya'

M Reza Sulaiman - detikHealth
Valentina dan Ibunya (Foto: Facebook)
Santiago, Chili - Seorang gadis berusia 14 tahun asal Chili meminta kepada Presiden Michelle Bachelet untuk diizinkan menjalani suntik mati atau euthanasia. Penyebabnya, sang gadis tak kuat lagi menjalani hidup karena penyakit cystic fibrosis yang dideritanya.

Valentina Maureira, nama gadis tersebut, mengidap cystic fibrosis sejak lahir. Penyakit tersebut menyerang paru-paru sehingga ia kesulitan bernapas. Rasa sakit juga menjalar ke saluran cerna sehingga ia sulit menerima asupan makanan.

Baca juga: Tak Terima Jadi Buta, 2 Saudara Kembar Ini Pilih Disuntik Mati

Tak tahan dengan operasi dan pengobatan terus menerus, Valentina membuat video yang ditujukan kepada presiden Chili Michelle Bachelet. Video yang diunggah di laman Facebook pribadinya tersebut berisikan permintaannya untuk 'ditidurkan selamanya'.

"Saya meminta agar dapat berbicara langsung dengan Presiden karena saya lelah hidup dengan penyakit ini. Saya ingin dia memberikan izin agar saya disuntik dan akhirnya dapat tidur selamanya," demikian pernyataan Valentina, dikutip dari Reuters, Jumat (27/2/2015).

Sang ayah, Freddy Maureira mengatakan bahwa adik laki-laki Valentina sebelumya sudah meninggal terlebih dahulu karena penyakit yang sama. Ia mengaku prihatin dengan kondisi putrinya tersebut, dan tak kuat untuk terus berbohong soal kondisinya.

"Ia sudah melakukan lima operasi .... yang tentu saja membuatnya kesakitan dan menderita. Kami berjanji bahwa keadaan akan jadi lebih baik, namun baginya, keadaan justru semakin buruk," ungkap Freddy.

Sayangnya, praktik suntik mati haram dilakukan di Chili. Dengan banyaknya warga yang menganut agama Katolik, pemerintah melarang segala praktik yang bertentangan dengan agama seperti bunuh diri, aborsi dan tentu saja suntik mati.

Juru bicara dari Kementerian Kesehatan, Alvaro Elizalde mengatakan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada keluarga Moreira. Dukungan berupa pengobatan medis dan psikologis adalah apa yang mereka butuhkan, bukan suntik mati.

"Undang-undang Chili melarang adanya praktik euthanasia, norma yang berlaku juga melarang, sehingga tak mungkin pemerintah setuju kepada permintaan tersebut," ujarnya.

Baca juga: Menderita karena Tumor, Anak Ini Diusulkan Suntik Mati oleh Ortunya (M Reza Sulaiman/Nurvita Indarini)