Ibu Eoin, Ceri Collins mengatakan sejak usia dua tahun Eoin sudah mengalami pica, yakni keinginan untuk mengonsumsi sesuatu yang bukan untuk dimakan. Akibat kondisi ini, Ceri harus ekstra ketat mengawasi putranya ketika bermain di rumah.
"Awalnya saya kaget karena di usia 2 tahun Eoin makan pasir saat kami berlibur. Ternyata kelainan itu berlanjut sampai saat ini. Deterjen, produk pembersih, kertas, kelupasan cat di tembok, bahkan lumut dan lumpur pun ia makan," tutur Ceri, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (11/3/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumah, Ceri selalu menyimpan hal-hal yang bisa menarik perhatian Eoin untuk dimakan sehingga bocah itu tidak bisa mendapatkannya. Namun, baru-baru ini Ceri mengetahui jika sang anak mulai makan tisu toilet dan spons. Di sekolah pun, Eoin harus didampingi seseorang yang khusus menjaganya agar tidak makan sesuatu yang aneh.
Meski mengidap pica, Ceri bersyukur jika sampai saat ini Eoin tidak pernah mencomot sesuatu yang berbahaya bagi tubuhnya. Bocah yang bersekolah di Broughton Primary School ini juga tidak mengalami kelebihan berat badan. Hanya saja, karena kemampuan bicaranya yang terbatas, Eoin belum bisa mengungkapkan sebenarnya apa yang membuat ia senang mengonsumsi 'makanan-makanan' aneh itu.
Dua saudara Eoin, Finn dan Niamh tidak terganggu dengan kebiasaan saudaranya ini. Niamh yang berusia dua tahun memang pernah mengikuti apa yang dilakukan Eoin yaitu mencoba makan busa air sabun, tapi ia tidak menyukainya dan menurut Ceri putrinya tidak menunjukkan adanya gejala pica seperti yang dialami Eoin.
Baca juga: Kisah Bocah yang Suka Makan Seisi Rumah: Kabel, Pensil Hingga Pakaian
"Saya sedang berusaha mengumpulkan dana untuk membuat taman dari bahan-bahan yang tidak bisa dimakan Eoin. Kerabat dan tetangga sangat mendukung langkah ini karena bagaimanapun saya ingin Eoin bisa tetap bergaul dengan orang lain. Sebab, selama ini saat bermain di rumah ia selalu makan lumut dan akhirnya saya melarangnya bermain di luar rumah," kata Ceri. (Radian Nyi Sukmasari/Ajeng Anastasia Kinanti)











































