Idap Kondisi Langka, Bayi Lelaki Ini Terlahir Tanpa Hidung

True Story

Idap Kondisi Langka, Bayi Lelaki Ini Terlahir Tanpa Hidung

- detikHealth
Rabu, 01 Apr 2015 12:31 WIB
Idap Kondisi Langka, Bayi Lelaki Ini Terlahir Tanpa Hidung
Eli (foto: Sharon Steinmann/AL)
Alabama - Brandi McGlathery dan Troy Thompson kaget bukan kepalang ketika putra mereka lahir. Sebab, si bayi yang diberi nama Timothy Eli Thompson itu lahir dengan kondisi tanpa hidung.

Si kecil Eli lahir pada tanggal 4 Maret lalu di South Baldwin Hospital dengan berat 2,7 kg. Saat itu, usia kandungan Brandi menginjak 37 minggu. Di usia 35 minggu, dokter mengingatkan bahwa perkembangan paru-paru dan sistem pernapasan Eli harus dipantau.

"Pertama kali melihatnya saya tidak percaya. Ada kondisi yang salah karena Eli tidak punya hidung. Sempat shock, tapi perlahan saya, Troy, dan keluarga lainnya berusaha menerima kondisi Eli. Bagaimanapun, ia adalah bayi yang sehat dan kehadirannya membuat kami bahagia," tutur Brandi, dikutip dari AL, Rabu (1/4/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Kena Penyakit Langka, Bayi Ini Tidak Bisa Menangis

Saat berusia beberapa hari, Eli dirawat di NICU di USA Children's and Women's Hospital's. Pada usia lima hari, ia melakukan tracheostomy (pembuatan jalan udara melalui leher). Akibatnya, Eli tidak akan mengeluarkan suara saat menangis sehingga keluarga dan juga petugas medis harus mengecek kondisi Eli secara berkala. Selain tidak punya hidung, Eli juga tidak memiliki rongga hidung atau sistem penciuman.

Dokter mengatakan, Eli mengalami kondisi langka bawaan Complete Congenital Arhinia. Hanya ada sekitar 37 kasus di seluruh dunia. Kemungkinan terjadinya pun satu banding 197 juta. Setelah menjalani tracheostomy, Brandi mulai menyusui Eli. Bermula dari mencari info di Internet, ia bisa mengontak ibu di Irlandia, Grainne Evans yang juga memiliki anak dengan kondisi serupa. Sehingga, proses menyusui Brandi terasa lebih mudah.

"Meski terlihat mudah bagi ahli bedah plastik membuat hidung untuk Eli, tapi tidak sesederhana itu. Langit-langit Eli tidak terbentuk sehingga posisi otaknya lebih rendah. Kondisi ini juga memengaruhi kelenjar pituitarinya sehingga ia akan mengalami pubertas sebelum lorong di hidungnya dibangun," kata Brandi.

Dalam waktu dekat, Eli akan pulang ke rumah. Namun, ia masih harus pergi ke Shriners Hospital for Children di Texas untuk bertemu dengan dokter spesialis craniofacial. Setiap 3-6 bulan sekali, Eli harus menjalani scan dan pemeriksaan setidaknya selama 10 tahun ke depan.

Untuk membantu biaya berobat Eli, teman-teman Brandi membantu mengumpulkan dana melalui situs Go Fund Me dan melalu laman Facebook yang diberi nama Eli's Story. Bahkan, dalam satu hari, foto Eli yang diposting di Facebook sudah mendapat like dari lebih 2.000 orang. Dari situs Go Fund Me juga sudah terkumpul dana Rp 56 juta.

"Berat badan Eli sekarang sudah mencapai 3 kg lebih dan dia adalah malaikat kecil yang menyenangkan. Bahkan kakek dan neneknya sampai pindah ke dekat tempat tinggal kami agar bisa lebih dekat dengan Eli. Begitu juga dengan kedua kakaknya yang sangat menyayangi Eli. Merasakan genggaman tangannya dan melihat dia tersenyum adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami," kata Brandi.

Baca juga: Bocah yang Tak Pernah Tidur dan Tak Bisa Melihat


(rdn/vta)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads