Ya, putra keduanya yang masih berusia 9 bulan tersebut didiagnosis dengan spina bifida. Kondisi ini membuatnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan biaya yang tidak sedikit. Morseman pun harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan biaya tersebut.
Ketika kemudian ia melihat kesempatan untuk mendapatkan hadiah berupa uang dengan lomba lari maraton yang merupakan hobinya, ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia mendaftarkan diri untuk mengikuti tiga lomba dalam 8 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Demi Amal, Amy Hughes Ikut 53 Lomba Maraton dalam 53 Hari
Perlombaan pertama yang ia ikuti adalah Montgomery Marathon di Alabama. Keesokan harinya, Morseman berpartisipasi dalam Tobacco Road Marathon di Cary, North Carolina. Rute perlombaan in sekaligus menjadi perjalanan pulangnya menuju New York. Sekitar sepekan kemudian, ia kembali mengikuti lomba lari Yuengling Shamrock Marathon di Virginia Beach. Dalam ketiga lomba ini, Morseman berhasil menempati urutan pertama.
Jika dijumlahkan maka total uang hadiah yang ia terima adalah $5.750 atau sekitar Rp 75 juta rupiah. Semua uang ini benar-benar ia gunakan untuk biaya perawatan dan pengobatan Leeim di rumah sakit.
Leeim didiagnosis dengan spina bifida sejak masih berada dalam kandungan ibunya, Sarah. Dokter mngatakan bahwa jika kondisi ini tidak diobati maka berisiko bisa menyebabkan kerusakan otak, hilangnya kemampuan menggunakan kaki untuk berjalan dan masalah kesehatan lainnya.
Sampai saat ini Leeim masih harus menjalani terapi fisik tiga kali seminggu, namun Morseman mengatakan masih belum mendapatkan informasi jelas apakah kelak Leeim akan bisa berjalan. "Yang pasti apapun akan saya lakukan demi pengobatannya," tutur Morseman, seperti dikutip dari CBS News.
Baca juga: Hamil Besar, Alysia Tuntaskan Kompetisi Lari 800 Meter
(ajg/vit)











































