"Tidak peduli berapa kilogram berat badan yang saya kurangi, setiap bercermin saya selalu menganggap badan saya ini gemuk. Saat di sekolah, saya selalu melewatkan makan siang. Apalagi di tahun 2008 saat ibu saya didiagnosis kanker kulit, saya bisa tidak makan karena kebetulan ibu menjalani perawatan di RS," kisah Beth.
Setiap hari, hanya kopi dan teh yang diasup oleh Beth dengan jumlah kalori kurang lebih 10. Anoreksia yang dialami Beth membuat ia harus keluar dari kampusnya di tahun 2009. Sebab, saat itu Beth mengaku tidak bisa fokus dengan pelajaran dan hanya bisa memikirkan makanan apa saja yang tidak boleh ia konsumsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Badan Kurus Dikira Karena Gangguan Makan Ternyata Ada Tumor di Otak
"Dokter mengatakan bahkan dia bisa merasakan organ tubuh saya di bawah kulit. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa saya butuh bantuan untuk mengobati gangguan ini. Meskipun awalnya saya benci dengan makanan dan disuruh makan, tapi saya sadar saya harus melakukan itu," tutur Beth, dikutip dari Daily Mail, Kamis (16/4/2015).
Setelah menjalani terapi selama 4 bulan, Beth bisa makan dengan normal. Bahkan saat ini, ia sudah kembali berkuliah di jurusan grafis di Anglia Ruskin University, Cambridge. Walaupun begitu, Beth masih sering kambuh tidak mau makan. Tetapi, terapi membuatnya mampu mengatasi kekambuhan tersebut.
"Seluruh keluarga sangat khawatir saat bobot saya turun drastis. Kini saya senang bisa memiliki berat badan normal dan pakai baju ukuran 8. Saya berharap gadis lain yang mengidap anoreksia bisa termotivasi untuk mengubah keadaannya. Bagaimanapun, bantuan untuk kita yang mengalami gangguan makan tersedia dan lebih baik kita atasi gangguan makan ini," pesan Beth.
Baca juga: Cara Menghitung Tubuh Gemuk atau Kurus
(rdn/vit)










































