Ya, di hari ulang tahunnya yang ke-10 beberapa waktu lalu Mackenzie dan orang tuanya sempat berencana untuk membuat pesta. Namun sayangnya undangan yang ia kirim untuk teman-teman sekolahnya tak mendapat respons sama sekali. Kecewa dan sedih karena merasa pestanya akan sepi, Mackenzie pun sempat murung.
"Anak-anak seusianya bisa dibilang ramah padanya, tapi dia tampaknya tidak memiliki teman. Tidak pernah ada yang menelepon atau mengobrol dengannya. Saya pernah datang ke sekolahnya dan saat itu saya melihat ia sedang bermain sendirian," ungkap sang ayah, Matthew Moretter, seperti dikutip dari NBC News, Selasa (21/4/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang relawan membuka akun sosial di Go Fund Me yang kemudian mengajak orang-orang untuk hadir dan menyiapkan pesta ulang tahun yang meriah untuk Mackenzie. Tepat di hari ulang tahunnya, sekitar 500 orang pun hadir dan memeriahkan pesta ulang tahun bocah yang diketahui mengidap penyakit Sotos Syndrome atau sindrom sotos ini.
Tak tanggung-tanggung, para relawan yang sebagian besar tak dikenal oleh Mackenzie ini datang dengan membawa seluruh kebutuhan pesta lengkap. Mulai dari berbagai macam makanan, minuman, DJ (disc jockey), dan dekorasi yang meriah, seperti dikutip dari Fox News.
"Saya kesulitan untuk memiliki teman di sekolah, tapi hari ini saya punya banyak teman. Saya sangat bahagia," ungkap Mackenzie.
Menurut National Institutes of Health (NIH), sindrom Sotos merupakan kondisi genetik di mana terjadi pertumbuhan berlebih di masa kecil. Sebagian besar kelaian ini akan tampak pada bagian wajah pasien. Umumnya ditandai dengan bentuk wajah yang cenderung memanjang, dahi tinggi, pipi memerah dan dagu meruncing. Beberapa kasus juga mencatat adanya masalah pada intelektual dan perilaku pasien. Kasus ini juga sering disertai dengan terlambatnya tumbuh kembang anak, menurunnya kekuatan otot dan gangguan berbicara.
Baca juga: Tiru Film '50 First Dates', Pasien Ini Dibuatkan Video Agar Ingat Keluarga
(ajg/vit)










































