Tentu ini merupakan pilihan yang sangat sulit bagi Michael. Baginya, dua gadis kecil yang mengidap kondisi genetik langka Allegile Syndrome ini merupakan bagian dari keluarganya.
Dengan sangat terpaksa, Michael kemudian memutuskan untuk mendonorkan hatinya untuk Phuoc karena ia dianggap memiliki kondisi yang lebih lemah. Tak lantas berdiam diri, Michael dan Johanne pun kemudian mencari donor hati untuk Binh melalui berbagai cara. Salah satunya melalui lewat media sosial Facebook. Di Facebook, Johanne mengisahkan perjuangan si kembar untuk bertahan hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Perjuangan Wagner Cari Donor untuk Putri Kembarnya yang Sakit Hati Langka
"Siapapun dia, dia telah melakukan hal yang sangat baik untuk seseorang yang tak pernah ia temui. Dia telah mengubah hidup kami," ungkap Michael, seperti dikutip dari New York Daily News, Kamis (23/4/2015).
Phuoc sendiri diketahui sudah pulih pasca operasi transplantasi yang dilakukan pada bulan Februari silam. Sementara Binh baru saja melakukan operasi transplantasi ini pada beberapa hari lalu dan kini masih dalam proses pemulihan. Namun dokter mengungkapkan kondisinya stabil dan baik-baik saja.
Johanne dan Michael Wagner mengadopsi si kembar dari Vietnam di tahun 2012. Saat itu mereka sudah tahu bila kedua anak tersebut memiliki masalah dengan kondisi kesehatannya. "Itulah mengapa kami terpanggil untuk mengadopsi mereka, dan menjadikan mereka bagian dari keluarga kami," tutur Johanne seperti dikutip dari ABC News.
Baca juga: Bagi yang Rutin Transfusi Darah, Ilmuwan Sarankan Punya Donor Tetap
(ajg/up)











































