Awalnya, Alison mendapat tawaran operasi payudara dengan harga yang lebih murah. Sontak, ia pun setuju untuk memperbesar payudaranya menjadi cup DD. Tapi, implan yang dimasukkan ke payudara kirinya mengeras hingga ia harus memasukkan implan kembali.
Nahas, implan baru yang dimasukkan malah menimbulkan infeksi dan membuat jaringan di payudara kiri Alison mati hingga bentuknya mengkerut dan melesak ke dalam. Pasca mengalami infeksi, Alison sudah menjalani 12 operasi. Selama itu, dia mengaku ngeri dan tidak sanggup jika harus melihat payudaranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kecanduan, Gadis Ini 3 Kali Operasi Payudara di Usia 23 Tahun
Kondisi payudara Alison juga membuat spesialis bedah kosmetik yang menanganginya, dr Vik Vijh, tercengang. Pertama kali melihat kondisi Alison, payudara Alison menurut dr Vijh tampak seperti dimutisali dan mengkerut layaknya croissant. Untuk menangani kondisi itu, dr Vijh menggunakan sel lemak di perut Alison yang dikombinasikan dengan implan.
Tujuannya, untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. Selain itu, Alison juga harus ruitn mengonsumsi antibiotik selama beberapa waktu untuk mencegah kambuhnya infeksi. Berkat bantaun dr Vijh, kini bentuk payudara Alison bisa normal kembali.
"Saya merasa feminin dan fantastis. Saya bisa menggunakan pakaian apa saja, merasa nyaman dan percaya diri karena payudara saya kini sudah tidak mengkerut lagi dan berbentuk normal," tutur Alison.
Baca juga: Bukan Operasi, Wanita Ini Punya Payudara Super Besar karena Kondisi Bawaan
(Radian Nyi Sukmasari/AN Uyung Pramudiarja)











































