Beberapa waktu lalu publik Australia dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang bocah setelah mengikuti sebuah workshop pengobatan alternatif di Sydney.
Bocah malang ini bernama Aidan Fenton. Ia terlahir dengan kondisi diabetes tipe 1 yang membuatnya harus bergantung pada suntikan insulin untuk bisa hidup. Demi kesembuhan putranya, sang ibu, Lily mendaftarkan Aidan untuk mengikuti sebuah workshop pengobatan alternatif dari Tiongkok.
Acara ini diselenggarakan di Tasly Healthpac Centre, Sydney pada tanggal 22-28 April lalu dan dipimpin seorang tabib bernama Xiao Hongchi. Xiao sendiri konon sudah sering menggelar workshop pengobatan di sejumlah negara seperti AS, Jerman, India, Afrika Selatan, Selandia Baru dan Australia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun seperti dikutip dari Daily Telegraph, Kamis (7/5/2015), di malam ke-7 setelah mengikuti seminar tersebut, Aidan ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri di kamar hotelnya, di Hurtsville Ritz Hotel. Staf hotel pun bergegas mendatangi kamar mereka begitu mendengar suara teriakan dari kamar tersebut.
Aidan sempat dilarikan ke rumah sakit namun ia menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan.
Pihak kepolisian New South Wales pun turun tangan untuk menyelidiki kematian Aidan yang misterius, terutama dengan menanyai sang terapis, Xiao. Dalam seminarnya, Xiao memperkenalkan sebuah metode bernama Paida-Lajin atau 'terapi tamparan'. Jadi pasien diminta menampar bagian tubuhnya yang sakit secara terus-menerus hingga memar untuk menghilangkan racun atau penyakit dalam tubuhnya.
Baca juga: Ditampar Guru, Bocah 11 Tahun Kehilangan Pendengaran di Telinga Kiri
Dari keterangan sejumlah saksi, polisi menduga Aidan beserta seluruh peserta seminar lainnya diminta Xiao untuk berpuasa selama tiga hari sebelum menjalani terapi. Selain itu mereka diminta melakukan latihan peregangan yang dapat memicu muntah-muntah dan pening. Proses inilah yang dikatakan Xiao sebagai 'krisis penyembuhan'.
Aidan diketahui sebagai salah satu peserta yang muntah-muntah saat itu. Hal ini diperkuat dengan keterangan orang tuanya yang mengatakan menghentikan suntikan insulin pada Aidan selama pengobatan. Akhirnya bocah itu meninggal.
Jenazah bocah berusia tujuh tahun itu pun diautopsi agar penyebab kematiannya dapat dipastikan apakah karena malapraktik atau tidak. Setelah dimintai keterangan, Xiao dilaporkan langsung meninggalkan Australia.
Baca juga: Perbesar Buah Dada dengan Terapi Tampar Payudara
Ternyat bukan kali ini saja Xiao memicu kontroversi. Di tahun 2011, pemerintah Taiwan mendeportasi dan menjatuhkan denda sebesar 1.600 dollar AS (Rp 21 juta) kepada Xiao karena melanggar peraturan praktik medis di sana.
Di tahun yang sama, sejumlah media Tiongkok melaporkan seorang pasien kanker hati telah membayarnya lebih dari Rp 400 juta untuk pengobatannya dengan Xiao, dan justru meninggal tiga bulan kemudian.
(lll/vit)











































