Orang tua Mahendra, Mukesh Ahirwar (40) dan Sumitra Ahirwar (35) mengatakan sejak kecil kondisi lengkungan leher putranya bisa mencapai 180 derajat sehingga ia tidak bisa melihat lurus ke depan. Bahkan, Mukesh dan Sumitra sempat berpikir jika putranya itu akan lebih meninggal.
"Kami sudah putus asa dengan kondisi anak kami. Dia tidak bisa melihat dengan normal dan tidak bisa melakukan sesuatu layaknya anak lain. Tapi semuanya berubah ketika dokter memberi harapan akan mengoperasi Mahendra agar kondisi lehernya bisa kembali normal," tutur Mukesh yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keseharian pun, banyak teman yang menertawakan Mahendra. Teman-temannya pun tidak ada yang mau bermain dengan dia. Sumitra sendiri ingin jika anaknya bisa bersekolah seperti anak lainnya, tetapi hal itu tidak mungkin.
Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (13/5/2015), konsultan bedah ortopedi dr Rajagopalan Krishnan yang sudah bekerja di NHS selama 15 tahun mengaku akan memberikan operasi gratis untuk Mahendra. Ia beralasan tidak bisa membiarkan Mahendra hidup dengan kondisi leher dan penglihatan seperti itu selama 12 tahun.
Baca juga: Tubuh Bisa Berputar 180 Derajat, Remaja di India Dijuluki 'Manusia Karet'
"Saya telah meriview status klinis si anak dan saya sudah menyelesaikan sedikit studi dan diagnosis. Saya yakin bisa memperbaiki cacatnya agar Mahendra bisa memiliki masa depan yang lebih baik. Setidaknya, kualitas hidupnya akan lebih layak daripada harus melihat segala sesuatu di dunia ini secara terbalik, dengan kondisi leher seperti itu," tutur dr Krishnan.
Meski biaya operasi gratis, Mukesh dan Sumitra tetap membutuhkan biaya selama putranya menjalani perawatan di Apollo Hospital, New Delhi, juga biaya pasca operasi. Beruntung, Julie Jones dari Liverpool membuat halaman di situs galang dana Crowdfunder. Kini, donasi yang terkumpul untuk Mahendra sudah mencapai Rp 206 juta.
Jones berkata ia tergerak melakukan hal itu karena membayangkan bagaimana jika kondisi Mahendra juga terjadi pada putranya yang berusia 6 tahun. Ia pun sangat mengapresiasi orang-orang yang sudah mau mengumpulkan donasi untuk Mahendra.
Sementara, Mukesh yang sudah mendampingi Mahendra di Apollo Hospital untuk menjalani serangkaian tes mengaku sudah tidak sabar menunggu hari putranya dioperasi. Ia tidak percaya bahwa dokter akan membantu anaknya agar bisa kembali normal. Mukesh pun amat berterima kasih pada semua orang yang sudah mengumpulkan donasi untuk Mahendra.
"Rasa terima kasih saya tidak terkira. Dulunya tidak ada harapan bagi Mahendra untuk bisa kembali normal karena dokter mengatakan kondisinya sudah tak mungkin diperbaiki. Tapi sekarang harapan itu ada di depan mata. Saya juga sudah tidak sabar menunggu musim panas mendatang di mana Mahendra akan menjalani operasi agar ia bisa menjadi anak yang normal," tutur Mukesh.
Baca juga: Agar Tak Nyeri Leher Saat Tidur, Baiknya Gunakan Bantal Seperti Apa?
(rdn/up)










































