Kisah Ma, Merawat 2 Anak yang Idap Cerebral Palsy dan Autisme Seorang Diri

True Story

Kisah Ma, Merawat 2 Anak yang Idap Cerebral Palsy dan Autisme Seorang Diri

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Senin, 18 Mei 2015 11:31 WIB
Kisah Ma, Merawat 2 Anak yang Idap Cerebral Palsy dan Autisme Seorang Diri
Yuanjun, Ma, dan Hangjun (foto: europics/CEN)
Shanyang, Tiongkok - Selama 20 tahun, Ma Zhiqiu (47) berjuang membesarkan kedua anak kembarnya yang mengidap cerebral palsy dan juga autisme. Sebab, sang suami merasa depresi dengan kondisi kedua putranya hingga akhirnya menceraikan Ma.

Dikisahkan Ma, ia melahirkan kedua anak kembarnya yang kini berusia 21 tahun, Zhang Hangjun dan Zhang Yuanjun, secara prematur. Pasca bercerai dengan suaminya, Ma berhenti bekerja untuk mengurus kedua anaknya. Salah satu anak, Hanguin yang mengidap cerebral palsy mengalami obesitas hingga bobotnya 250 kg.

Otomatis, untuk melakukan segala hal seperti mandi dan makan, Hangjun amat bergantung pada sang ibu. Kendati demikian, Ma mengaku tidak pernah menyesali keadaan putranya. Apalagi, ia masih bersyukur karena Yuanjun yang mengidap autisme masih bisa mengurus dirinya sendiri dan bisa sedikit membantu pekerjaan rumah Ma.

"Mereka berdua adalah anak yang indah dan saya tidak menyesal mempunyai anak seperti mereka. Meski ada masalah dengan kesehatannya, saya selalu mensupport apa cita-cita yang dimiliki Yuanjun dan Hangjun," kisah Ma, dikutip dari berbagai sumber, Senin (18/5/2015).

Baca juga: Mantan Pria Tergemuk di Dunia Jalani Operasi Pengangkatan Kulit

Beberapa tahun terakhir, Yuanjun mendapat les piano gratis karena remaja itu sangat suka menyanyi. Ia bahkan sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan menyanyi lagu klasik Itlia dan Rusia serta berhasil menyabet gelar juara. Terkadang, Ma menemani Yuanjun untuk les piano.

Di rumah, Yuanjun bisa berlatih memainkan piano karena para guru di tempat lesnya menyumbangkan piano agar Yuanjun bisa lebih mengasah kemampuan bermusiknya. Dalam keseharian, Yuanjun juga diajari Ma untuk mengurus saudaranya, Hangjun, mengingat bobot berlebih Hangjun membuat dia sulit untuk bergerak.

"Saya sudah mengajari Yuanjun bagaimana mengurus kakaknya karena saya tahu saya tidak akan hidup selamanya. Dia juga anak yang rajin karena sering membantu saya menyelesaikan pekerjaan rumah," tutur wanita yang tinggal di kota Shanyang ini.

Perjuangan Ma membesarkan kedua anaknya ini mendapat perhatian masyarakat setelah media lokal memuat kisah kehidupannya. Banyak orang mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Ma. 'Dia adalah seorang ibu yang benar-benar mengabdi dan berjuang demi anaknya. Inilah gambaran kasih sayang tulus seorang ibu pada anaknya,' tulis salah satu warga, Lan Yeh.

Baca juga: Tak Ingin Anak Obesitas? Letakkan Air Putih di Meja Makan



(Radian Nyi Sukmasari/Nurvita Indarini)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads