Halusinasi, Wanita Ini Bisa Lihat Wajah Manusia Berubah Jadi Naga

Halusinasi, Wanita Ini Bisa Lihat Wajah Manusia Berubah Jadi Naga

Rahma Lilahi Sativa - detikHealth
Selasa, 26 Mei 2015 18:00 WIB
Halusinasi, Wanita Ini Bisa Lihat Wajah Manusia Berubah Jadi Naga
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Hague, Belanda - Saat berhalusinasi, seseorang memang bisa melihat hal-hal yang tidak biasa atau mungkin sesuatu yang sebenarnya tidak ada seperti berada persis di hadapannya. Namun pasien asal Belanda ini mengalami keunikan tersendiri pada saat halusinasi.
 
Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan The Lancet baru-baru ini, tim peneliti menuliskan bahwa di pada bulan Juli 2011, mereka didatangi seorang pasien wanita berusia 52 tahun yang mengaku melihat wajah manusia dapat berubah menjadi wajah seekor naga.

'Pasien dapat mengenali wajah manusia yang sebenarnya, hanya saja beberapa menit kemudian, wajah itu katanya berubah warna menjadi kehitaman, telinganya meruncing dan mulutnya menonjol, lengkap dengan kulit seperti reptil dan mata yang besar berwarna kuning, hijau, biru atau merah', tulis peneliti.

Baca juga: Disengat Kalajengking di Pesawat, Pria Ini Berhalusinasi Akan Meninggal
 

Tak hanya itu, si pasien juga mengeluh kerap berhalusinasi melihat wajah naga tersebut di manapun ia berada. Bahkan di dinding rumah, layar komputer dan di kegelapan malam. Dan yang lebih menyedihkan lagi, hal-hal seperti ini telah ia rasakan seumur hidupnya.

Terlepas dari itu, hasil scan otak dengan MRI, electroencephalogram (EEG), pemeriksaan saraf dan tes darah yang dilakukan pada pasien ini menunjukkan bahwa yang bersangkutan memiliki kondisi fisik yang sehat.

Pada akhirnya tim peneliti sepakat mendiagnosis si pasien dengan kondisi yang disebut 'prosopometamorphopsia', sebuah gangguan kejiwaan yang ditengarai dapat mempengaruhi persepsi wajah yang dilihat penderitanya. Hanya saja, dilihat dari spesifikasi halusinasinya, kasus pasien ini tergolong langka. Demikian seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (26/5/2015).

Sayang hingga penelitian ini dipublikasikan, peneliti mengaku belum menemukan apa penyebab munculnya gangguan tersebut. Beruntung setelah mencoba berbagai pengobatan, mereka akhirnya dapat menghentikan episode halusinasi pasien dengan rivastigmine, yakni salah satu pengobatan untuk demensia.
 
Baca juga: Idap Gangguan Tidur Langka, Jodie Selalu Anggap Mimpi Seperti Nyata

Sebelum menjalani pengobatan, si pasien mengaku tak dapat mempertahankan pekerjaannya, di samping halusinasinya juga menghambatnya melakukan interaksi sosial. Namun berkat bantuan tim peneliti, pasien tersebut kini telah memiliki pekerjaan tetap selama tiga tahun belakangan dan kondisinya terus membaik dari waktu ke waktu.

(lll/up)

Berita Terkait