"Kasus yang dialami Tessa sangatlah tidak biasa," ucap Jonathan Britto, ahli bedah plastik kraniofasial dari London's Great Ormond Street Hospital, seperti yang dikutip dari Fox News pada Jumat (5/6/2015).
"Namun, dengan teknologi baru ini yang mengombinasikan prinsip ekspansi jaringan, anak dengan arhinia akan terbantu. Berbeda dengan pilihan sebelumnya yang melibatkan operasi kompleks dengan risiko tinggi," imbuhnya.
Baca juga: Idap Kondisi Langka, Bayi Lelaki Ini Terlahir Tanpa Hidung
"Kami sangat senang dengan hasilnya. Tessa tetap cantik seperti yang dulu," ucap Grainne Evans, ibu Tessa.
Selanjutnya, Tessa akan terus menjalani operasi setiap tahun untuk 'merapikan' hidungnya. Dan ketika ia remaja, operasinya akan rampung.
Tessa Evans adalah anak yang terlahir tanpa hidung. Berdasarkan catatan, hanya terdapat 47 kasus yang telah dilaporkan. Meskipun Tessa tidak dapat mencium bau, ia tetap bisa batuk, bersin, dan bahkan terkena flu. Kondisi Tessa sebenarnya telah tampak saat scan di usia kehamilan 20 pekan.
"Penelitian awal menyarankan saya untuk menghentikan kehamilanku, tetapi saya tidak melakukannya. Setelah Tessa lahir, saya melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang kondisi anak dengan arhinia," imbuhnya.
Grainne Evans bahkan bergabung dengan badan amal 'Changing Faces' dan 'Headlines' untuk mendapatkan dukungan. Di sana, Grainne bisa berbagi dengan orang tua yang anaknya juga memiliki masalah terkait bagian tubuh mereka.
Baca juga: Kisah Tessa, Bocah yang Terlahir Tanpa Hidung dan Tak Bisa Mencium Bau
(up/up)










































