Seperti halnya yang dialami pria asal Inggris ini. Beberapa waktu lalu, ia didiagnosis mengidap psittacosis dari hewan peliharaannya, yaitu seekor burung beo. Demikian dikutip dari Daily Mail, Jumat (5/6/2015).
Psittacosis atau biasa disebut 'demam beo' sejatinya merupakan infeksi pada burung. Namun penyakit ini ternyata bisa menular ke manusia meskipun sangat jarang terjadi. Di Inggris dan sekitarnya, diperkirakan hanya 50 kasus psittacosis yang dilaporkan terjadi tiap tahunnya.
Baca juga: 14 Penyakit yang Dapat Ditularkan oleh Hewan Peliharaan
Masalahnya, bila infeksi ini menyerang manusia, bisa mengakibatkan pneumonia (radang paru-paru). Bahkan bila tak tertangani dengan baik, bukan tidak mungkin orang yang tertular infeksi ini akan mengalami komplikasi saraf, dan infeksi pada jantung maupun hati yang bisa berakibat fatal.
Untuk itu, sejak pria ini dinyatakan positif terserang psittacosis, Public Health England telah menghubungi sejumlah warga yang tinggal berdekatan dengan pria yang dirahasiakan identitasnya tersebut. Selain memberikan informasi tentang psittacosis, mereka juga meminta warga untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila terjadi gejala yang aneh.
Di antaranya demam hingga menggigil, batuk-batuk, lemas atau kelelahan, nyeri di otot dan dada, kehilangan nafsu makan, mual, muntah-muntah dan diare, sakit kepala, mudah berkeringat dan intoleransi yang tak biasa terhadap cahaya.
Gejala ini biasanya akan muncul 4-30 hari setelah melakukan kontak dengan hewan yang terinfeksi, terutama burung. drh Olan Sebastian, MM dari Ikatan Alumni Kedokteran Hewan IPB pernah menjelaskan bahwa infeksi ini ditularkan oleh burung, terutama yang berparuh bengkok seperti betet atau beo, burung merpati dan parkit.
"Ciri-ciri burung yang sakit itu hidungnya seperti mampet, suaranya seperti tercekik dan keluar lendir di paruhnya. Bisa juga, burung yang terinfeksi akan mengalami demam dan menggigil. Meski begitu, gejala pada setiap burung tidak selalu sama," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Penularan psittacosis pada manusia terjadi bila si pemilik tanpa sengaja menghirup kuman dari kotoran saat dibersihkan.
Sejauh ini PHE hanya menemukan asal-usul di mana burung beo milik pria asal Bristol itu dijual, yakni di sebuah toko hewan lokal di South Gloucestershire. Namun setelah diperiksa, tidak terbukti bahwa toko itulah sumber dari infeksi yang dialami si burung, yang kemudian menjalar ke pemiliknya sekarang.
"Memang infeksi semacam ini langka, tapi penting bagi masyarakat untuk mengetahui gejalanya dengan baik," tandas Mike Wade dari PHE South West.
Baca juga: Hewan-hewan yang Bisa Bikin Orang Sakit
(lll/ajg)











































