Minggu (31/5), Jordan turut menghadiri wisuda sekolah di Tri-ity High School di Buffalo, Illnois. Terlahir dengan MPPH syndrome membuat Jordan mengalami masalah kognitif dan otaknya tidak membesar dengan normal. Masalah neurologis tersebut juga membuat ia disebut memiliki peluang kecil untuk bisa hidup hingga dewasa.
"Saya terkejut bahwa siswa di sekolah itu memiliki ide yang luar biasa. Ketika melihat Jordan ke atas panggung dan menerima toga serta ijazah, membuat saya tidak bisa berhenti menangis. Ini semua adalah ide Mackenzie Lyons dan saudara kembarnya Mason Lyons," tutur ibu Jordan, Deanna Planitz kepada Today, dan dikutip pada Selasa (9/6/2015).
Dalam acara wisuda itu, Jordan bergabung dengan 40 siswa lainnya. Perwakilan pihak sekolah, Dustin Day mengatakan sangat bangga Jordan bisa ikut hadir dalam acara wisuda itu. Jordan sendiri terpilih menjadi salah satu peserta wisuda ketika dia menjadi kandidat dalam acara Principal for a Day, di mana anak-anak yang sedang berjuang melawan sakitnya bisa merasakan bagaimana rasanya kelulusan sekolah.
Baca juga: Kerusakan Otak Akibat Ganja Sama dengan Skizofrenia
Day mengaku sangat bangga ia bisa memberi sambutan dalam acara di mana Jordan menjadi salah satu pesertanya. Apalagi, ketika Day memberikan ijazah pada Jordan ketika ia naik ke podium. Meski tidak bisa berbicara dengan lancar karena mengalami kerusakan otak yang cukup parah, kebahagiaan Jordan terpancar dari senyumnya yang merekah usai turun podium. Belum lagi tepukan para hadirin membuat Jordan makin bahagia dan bangga.
"Dia berjalan ke atas podium dengan kembar bersaudara Lyon. Layaknya seperti orang wisuda, saya membelikan pakaian wisuda untuk Jordan di toko online. Walaupun nanti Jordan tidak bisa mengalami masa-masa remaja, setidaknya dia sudah pernah merasakan dan memiliki kenangan tentang momen itu," tutur Deanne.
Ijazah yang diperoleh Jordan kini dipajang di dinding rumah. Ijazah itu juga dikatakan Deanne bisa membuat Jordan lebih semangat lagi. Sampai saat inipun, Deanne dan keluarganya tidak pernah memposisikan Jordan seperti anak yang tengah sakit parah. "Dia tetap berhak memiliki impian dan kami akan melakukan apa yang dicita-citakan Jordan serta akan terus mendukungnya," ucap Deanne.
Baca juga: Anak Kena Hidrosefalus, Ibu Ini Keliling Senen dan Jatinegara Cari Donasi
(rdn/ajg)











































