Selama kurang lebih 75 tahun, Mary sudah hidup dengan emetophobia. Pasca didiagnosis kanker ovarium, Mary juga memilih berhenti menjadi guru karena khawatir murid-muridnya bisa terkena dampak dari penyakit yang dialaminya. Ketika orang di sekitarnya sakit, termasuk suaminya Edgar, Mary juga bisa ketakutan bukan kepalang.
"Saya sendiri tidak mau hamil karena khawatir dengan kesakitan selama hamil yang akan terjadi. Untungnya suami saya bisa menerima itu. Sejak usia 6 tahun, saya sudah mulai mengalami emetophobia hingga saya enggan makan dan orang tua mengira saya anoreksia meskipun kenyataannya tidak," kata Mary, dikutip dari Daily Mail, Kamis (11/6/2015).
Memasuki usia remaja, Mary juga wajib membawa tas berisi obat-obatan, air minum, sendok teh, dan cangkir. Sewaktu-waktu ada orang di sekitar yang sakit atau merasa tidak enak badan, Mary akan langsung menenggak obat tersebut. Di awal usia 30 tahun, Mary bertemu dengan Edgar dan menikah. Sebelumnya, ia memberi tahu Edgar fobia yang dialaminya sekaligus tekad Mary untuk tidak memiliki anak.
Alih-alih pergi ke luar negeri, waktu bulan madu Edgar dan Mary dihabiskan dengan hanya berkeliling kota. Hal ini dilakukan untuk menghindari mereka jatuh sakit usai melakukan traveling. Selama itu pula, Mary sudah mencoba berbagai cara untuk mengobati fobianya, termasuk menjalani hipnoterapi, konseling, dan membaca buku, tapi semuanya gagal.
Baca juga: Fobia-fobia Seksual Paling Aneh, Takut Perawan hingga Takut Ereksi (1)
Di tahun 1981, Mary didiagnosis kanker ovarium tetapi ia sempat menolak saran dokter untuk kemoterapi karena takut akan merasa kesakitan. Namun, berkat bujukan dokter, ia pun menjajal kemoterapi satu kali. Saat itu, Mary sudah kapok karena nyatanya kemoterapi membuat Mary tidak bisa bangun selama tiga hari.
"Dokter akhirnya melakukan percobaan pemasangan implan di perutnya, dan saya pun bisa bertahan dari kanker ovarium ini. Di tahun 1991, saya terkena kanker payudara yang berhasil ditangani dengan radioterapi dan lumpectomy. Namun, segalanya berubah saat Edgar meninggal di tahun 2012 karena kanker pankreas. Di situ saya mulai mencoba mengatasi fobia saya," kisah Mary.
Saat itu, Mary sadar jika dirinya sudah tua dan tidak ada lagi Edgar yang akan mendampinginya. Beruntung, lewat buku yang tersedia secara online, 'Cure Your Emetophobia & Thrive: The Research-backed Self-help Programme to Overcome Your Fear of Being Sick' Mary bisa menghilangkan ketakutannya. Ia juga kerap menjalani terapi. Kini, Mary mengaku bisa lebih mengontrol pikirannya dan tak kahwatir lagi jika akan sakit.
Baca juga: Punya Fobia Aneh, Pria Ini Takut Saus Tomat dan Sambal
(rdn/vit)











































