Ibu Nicholas, Rosanne (45) mengatakan ia memberi ASI untuk Nicky, begitu Nicholas biasa disapa, sampai usia 2 bulan. Setelah itu, Nicky diberi susu formula. Saat usianya lebih dari 1 tahun, Rosanne dan suaminya Robert (52) mencoba memberi makanan padat pada Nicky. Tapi yang terjadi Nicky kecil justru menjerit ketakutan.
"Ia malah menangis dan tidak mau membuka mulutnya sama sekali. Akhirnya, saya memblender semua makanan dan menjadikannya bubur. Baru saat itu Nicky mau makan. Dua tahun lalu dia masih mau makan bubur dan makanan cair lain. Tapi sejak saat itu, Nicky hanya mau mengonsumsi milkshake yang dicampur dengan tiga liter susu setiap harinya," tutur Rosanne.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena dalam waktu dekat Nicky akan duduk di bangku SMP, Rosanne khawatir putranya akan dibully akibat kebiasaan makannya yang aneh. Selama ini, Rosanne dan Robert sudah berusaha berkonsultasi dengan dokter anak hingga pakar gangguan makan tapi semua treatment yang diberikan pada Nicky tidak ada yang berhasil. Saat balita, Nicky sempat didiagnosis selective eating disorder tetapi penanganan yang dilakukan juga tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Harus Dilatih Sejak Dini, Begini Caranya Agar Anak Tak Jadi Picky Eater
"Dengan hanya mengonsumsi milkshake dan susu dua kali sehari, Nicky akan merasa lemas di siang hari. Dia bisa makan yoghurt tapi butuh waktu enam bulan agar Nicky mau mencicipi yoghurt. Ketika adiknya Isabel mulai mengonsumsi makanan padat, Nicky tetap tidak tertarik mencoba makanan seperti itu. Bahkan teman-temannya sudah merayu dia tapi tidak ada yang berhasil," kata Rosanne.
Di rumah, Nicky juga hobi membuat sandwich atau cake. Tapi, ia hanya memasaknya saja karena Nicky tidak akan menyentuh kue-kue hasil karyanya itu. Ketika di restoran, saat orang tua dan ketiga sudaranya menikmati makanan atau kudapan seperti es krim, Nicky hanya duduk dan menikmati minumannya melalui sedotan.
"Kami berharap bisa membuat Nicky mau mengonsumsi makanan padat. Saat ini, yang kami tahu ada klinik gangguan makan untuk anak-anak di Great Ormond Street Hospital tapi biayanya mencapai Rp 10 juta per jam dan kami belum sanggup untuk memenuhi biaya itu," kata Rosanne.
Baca juga: Idap Gangguan Makan, James Cuma Mau Makan Keripik Selama 10 Tahun (rdn/vit)










































