Idap Kondisi Langka, Tubuh Lisa Kurus dan Bobotnya Tak Bisa Bertambah

True Story

Idap Kondisi Langka, Tubuh Lisa Kurus dan Bobotnya Tak Bisa Bertambah

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 10 Jul 2015 18:05 WIB
Idap Kondisi Langka, Tubuh Lisa Kurus dan Bobotnya Tak Bisa Bertambah
Lisa Brown (Foto: People)
Wisconsin - Lisa Brown (32) tengah berjuang untuk menyelamatkan hidupnya. Sebab, kondisi langka membuatnya tidak bisa mengalami kenaikan berat badan.

Selama musim panas taun 2011, wanita yang berdomisili di Milwaukee, Wisconsin ini mulai menurunkan berat badan. Namun, ia dan sang suami Patrick Brown heran karena bobot Lisa terus turun meskipun ia sudah tidak lagi membatasi asupan makanannya.

Keadaan Lisa makin buruk karena setiap makan ia akan muntah dan perutnya sakit hingga tidak bisa bergerak. Dokter sempat memberikan obat untuk mengatasi refluks asam lambung tetapi hasilnya nihil. Melihat kondisinya seperti itu, banyak orang mengira Lisa memang sengaja ingin melangsingkan tubuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Desember 2013, Lisa didiagnosis superior mesenteric artery syndrome (SMA syndrome) yakni gangguan yang menyebabkan bagian dari sistem pencernaannya terjepit sehingga makanan tidak bisa dicerna dengan baik. Setelah menjalani operasi, kondisi Lisa membaik namun beberapa bulan kemudian kesehatannya kembali memburuk.

"Di bulan Mei, dengan bobot hanya 40 kg padahal biasanya berat saya bisa mencapai 63 kg, saya pergi ke Cleveland Clinic. Diagnosis baru saya terima di bulan Juli di mana dokter mengatakan saya mengalami gastroparesis yang membuat perut saya tidak bisa melakukan proses pengosongan dengan sewajarnya," kata Lisa kepada People dan dikutip pada Jumat (10/7/2015).

Baca juga: Takut Makan karena Trauma, Balita Ini Sampai Muntah 10 Kali Sehari

Dokter yang menangani Lisa, dr Matthew Kroh, yang juga direktur bedah endoskopi mengatakan lambung Lisa tidak bisa bekerja dengan benar. Untuk itu, kini tengah dicari apa tindakan terbaik yang bisa diberikan pada Lisa supaya kesehatannya membaik.

Lisa, yang kini bobotnya mengalami sedikit peningkatan menjadi 42 kg harus menggunakan alat semacam tabung untuk mengalirkan makanan ke tubuhnya selama 20 jam sehari. Hari Senin (13/7) mendatang ia akan kembali ke Cleveland Clinic untuk menjalani pengobatan lanjutan.

"Semakin hari saya merasa makin dekat dengan kehidupan lama yang pernah saya rasakan. Ketika saya membayangkan masa depan, saya tahu saya tidak akan bisa menjadi orang yang sama seperti dulu, tapi saya tidak masalah. Pengalaman ini membuat saya lebih bisa lapang dada menerima keadaan," kata Lisa.

Baca juga: Meski Sudah Makan, 4 Hal Ini Bisa Bikin Perut Masih Merasa Lapar



(rdn/ajg)

Berita Terkait