Rabu, 26 Agu 2015 15:20 WIB

Mayat Wanita Ini 'Terbangun' Dalam Kubur dan Meninggal Lagi di RS

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: YouTube / Primo Impacto
San Pedro Sula - Neysi Perez (16) dari Honduras dinyatakan telah meninggal oleh dokter dan ia pun dikubur. Namun tak lama, keluarga bisa mendengar suara dari dalam peti.

Dalam sebuah video yang diunggah online di Youtube terlihat anggota keluarga dengan panik berusaha mengeluarkan Perez dari dalam kuburan. Sang suami, Rudy Gonzales, berbicara kepada stasiun TV Lokal mengaku dirinya mendengar suara minta tolong dari kuburan Perez.

"Ketika saya meletakkan tangan saya di kuburan, saya bisa mendengar ada suara dari dalam. Saya mendengar suara gedoran dan suaranya berteriak minta tolong," kata Gonzales seperti diberitakan Telegraph dan dikutip dari berbagai sumber pada Rabu (26/8/2015).

Baca juga: Dikira Meninggal, Bayi Ini Ternyata Masih Hidup Setelah Sempat Dikubur

Perez sebelum meninggal dilaporkan tengah hamil tiga bulan saat ia tiba-tiba pingsan setelah mendengar bunyi senjata api yang ditembakkan beruntun. Keluarga sempat membawa Perez ke dukun baru kemudian ke rumah sakit (RS) di mana dokter menyatakan nyawanya tak terselamatkan tiga jam kemudian.

Sehari setelahnya Gonzales datang mengunjungi kuburan dan ketika itu lah ia mendengar suara Perez. Pengakuannya tersebut diperkuat oleh pengurus kuburan Jesus Villanueva.

"Saya mendengar ada suara orang berteriak tapi saya yakinkan diri bahwa itu asalnya dari tempat lain. Saya tak pernah berpikir ada orang hidup di dalam sana," kata Villaneuva.

Ketika pihak keluarga mengeluarkan Perez dalam kuburan ia masih dalam keadaan tak sadar. Namun demikian kerabat mengatakan kuku Perez kali ini dipenuhi luka dan tubuhnya masih hangat sehingga ia pun kembali di bawa ke RS di San Pedro Sula.

"Kami lakukan evaluasi dan mencoba segalanya tapi gadis itu sudah mati. Mereka akhirnya menempatkan kembali ke dalam peti dan kembali ke kuburan," ujar dr Claudia Lopez.

Dokter percaya kemungkinan besar Perez alami serangan panik akibat letusan senjata yang menghentikan jantungnya sementara. Teori lainnya adalah Perez alami katapleksi yang mengakibatkan hilangnya fungsi otot dipicu stres. Perez bisa saja meninggal akibat kekurangan oksigen setelah siuman kembali dalam peti.

Keluarga menyesalkan tindakan dokter sebelumnya yang dinilai terlalu cepat memberikan deklarasi.

Baca juga: Mati Suri 7 Hari, Nenek-nenek Mau Dikubur Hidup Lagi (fds/up)