Wah, Pria Ini Dikabarkan Jual Zakar untuk Riset

Wah, Pria Ini Dikabarkan Jual Zakar untuk Riset

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 31 Agu 2015 18:05 WIB
Wah, Pria Ini Dikabarkan Jual Zakar untuk Riset
Foto: TLC
New York - Dunia penelitian di Amerika dan sejumlah negara Eropa memang sudah maju. Selain maju, dana yang disediakan untuk riset juga tergolong besar, sehingga mereka sanggup membayar demi mendapatkan 'kelinci percobaan'.

Hal ini pun dimanfaatkan oleh sebagian orang di sana. Biasanya mereka akan ambil bagian dalam sebuah riset untuk mendapatkan uang tambahan. Namun dalam kurun dua tahun terakhir, Amerika dihebohkan dengan kabar tentang seorang pria yang mendonasikan testikelnya untuk keperluan riset.

Kisah tentang pria ini pertama kali terungkap dalam sebuah acara di stasiun televisi Amerika, TLC yang bertajuk Extreme Cheapskates. Rupanya, pria bernama Mark Parisi itu menemukan cara mudah untuk mendapat uang, yaitu dengan mendaftar sebagai 'kelinci percobaan'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di awal-awal mencoba, pria asal Las Vegas mengklaim bisa menabung sebesar 750 dollar AS hanya dari kegiatan tersebut. Ingin mendapatkan untung yang lebih besar, belakangan Mark berencana mendonasikan salah satu testikelnya ke sebuah universitas untuk keperluan riset. Sebagai gantinya, peneliti memberinya sebuah testikel buatan dan membayarnya dengan uang sebesar 35.000 dollar (Rp 491 juta).

Mark dikabarkan berhasil membeli sebuah mobil Nissan 370 Z selepas mengikuti percobaan tersebut. Kisahnya juga menarik perhatian banyak orang karena sempat diberitakan di sejumlah media di dunia pada tahun 2013 lalu.

Baca juga: Pria Ini Berniat Jual Salah Satu Testisnya Rp 397 Juta kepada Ilmuwan

Namun kabarnya kisah tentang Mark ini hanyalah hoax semata. Seperti dikutip dari Snopes, Senin (31/8/2015), Mark memang berencana untuk menjual testisnya kepada sekelompok peneliti di sebuah universitas di Amerika. Akan tetapi hal ini tidak pernah terbukti. Sebuah sumber mengungkap prosedur yang dilakukan dalam percobaan ini tidak mengharuskan pasien menjual salah satu testisnya.

Pihak universitas mengaku hanya ingin mengamati efek dari penggunaan testis buatan, bukan untuk benar-benar mengambil testis orang lantas menggantinya dengan organ buatan. Fakta ini diperkuat dengan tidak adanya laporan yang mengindikasikan bahwa Mark dan tim peneliti yang diklaim membeli testisnya benar-benar merealisasikan percobaan ini.

Berdasarkan National Organ Transplant Act of 1984 dikatakan bahwa siapapun tidak diperkenankan menjual organ atau jaringan tubuhnya untuk tujuan transplantasi. Peraturan ini tentu juga berlaku untuk mereka yang memberikan organ seperti testis demi keperluan riset namun mendapatkan uang sebagai ganti ruginya.

Baca juga: Hasilkan Sperma 'Mutan', Ini Efeknya Jika Pria Tunda Keinginan Punya Anak

Kendati demikian, sejumlah lembaga riset di Amerika memang tidak segan-segan memberikan uang bagi mereka yang berkenan terlibat dalam percobaan yang tengah mereka lakukan. Baru-baru ini NASA memberikan tawaran uang sebesar Rp 252 juta untuk mereka yang mau berbaring selama 70 hari berturut-turut sebagai bagian dari riset.

Mereka yang memiliki sperma dan sel telur dengan kualitas yang baik juga bisa mendapatkan untung dari hal ini. Sekali menyumbang sperma, uang yang didapat bisa mencapai Rp 420.000-2,8 juta, sedangkan untuk sel telur 'harganya' bisa mencapai Rp 70-140 juta. (lll/up)

Berita Terkait