Namun malang nasib wanita berusia 24 tahun, Chelsea Ake, dari Amerika Serikat. Ia bukannya mendapat manfaat dari cyrotherapy tersebut tapi malah berujung petaka.
Chelsea dilaporkan oleh media setempat terjebak di salah satu ruang cryotherapy di klinik Rejuvenice selama hampir 10 jam dengan suhu mencapai -240 derajat celcius. Saat ditemukan dirinya sudah membeku dan tak lagi bernyawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chelsea yang berdarah Hawaii ini adalah manajer di klinik Rejuvenice dan seorang rekan kerja mengaku bahwa memang pada malam sebelum kejadian Chelsea sendirian menutup klinik.
"Saya tahu kalau dia sendirian menutup toko, dan mencoba mesin itu. Tampaknya mesin tak berhenti beroperasi," kata seorang teman, Shae-Lynn Bee, seperti diberitakan Foxnews dan dikutip dari berbagai sumber pada Selasa (27/10/2015).
Menurut laporan polisi, Chelsea masuk ke dalam mesin cryotherapy dan terjadi kesalahan saat mengoperasikannya. Di dalam mesin, ia tak bisa keluar dan kemungkinan besar kehabisan napas.
"Sangat membuat frustasi karena kita tak punya kamera di dalam sana. Intinya, orang yang benar-benar tahu apa yang terjadi adalah Chelsea," pungkas Bee.
Baca juga: Pagi-pagi Mandi dengan Air Dingin Banyak Manfaatnya Lho (fds/up)











































