Setelah 27 tahun memakai obat tersebut, Laura merasa obat yang digunakannya tak mempan lagi. Eksimnya tetap saja memburuk. Ia lantas memutuskan berhenti menggunakannya, tepatnya pada bulan Agustus lalu.
Anehnya, setelah itu Laura justru mengeluhkan munculnya sensasi seperti terbakar di sekujur tubuhnya. Kulitnya pun mulai mengelupas dan merah-merah disertai nyeri. Bahkan rambut Laura pun ikut rontok dibuatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebetulan pada kasus Laura, gejala pengelupasan kulitnya paling banyak terjadi di leher dan wajahnya. Tak heran Laura mengaku harus membersihkan rumahnya dengan vacuum cleaner hingga tujuh kali sehari mengingat kelupasan kulitnya bertebaran di mana-mana. Ini belum termasuk bau busuk yang keluar dari tubuhnya setelah kulit-kulit itu lepas.
Karena kondisinya ini, otomatis Laura harus kehilangan pekerjannya sebagai seorang produser TV. Apalagi untuk meredakan sakitnya, wanita asal London Utara itu harus berendam berjam-jam. "Satu-satunya hal yang bisa meredakan rasa sakit ini hanyalah dengan berendam di air panas selama 20 jam per hari," katanya lagi.
Baca juga: Perubahan Kulit Seperti Ini Bisa Menjadi Tanda-tanda Penyakit Serius
Ketika diperiksakan, dokter mendiagnosis wanita berumur 30 tahun itu dengan Topical Steroid Withdrawal atau biasa disebut Sindrom Kulit Merah. Laura mengaku tak pernah menyadari obatnya akan memberikan efek samping seperti ini.
Laura sebelum gejala Sindrom Kulit Merahnya muncul (Foto: Caters News Agency) |
"Dokter meresepkannya sebagai obat, dan dosis saya terus ditambah dari tahun ke tahun. Saya sebenarnya curiga karena eksim saya juga tak sembuh-sembuh amat, tapi di sisi lain saya tidak diberi peringatan soal efek samping ini," paparnya seperti dikutip dari Mirror, Kamis (10/12/2015).
Pengangguran dan penyakitan, Laura terpaksa kembali ke rumah ibunya yang kini menjadi satu-satunya orang yang merawatnya. "Jangankan untuk bekerja, bertemu orang lain di jalan dengan kondisi wajah seperti ini membuat saya kehilangan kepercayaan diri, dan saya depresi karenanya. Bahkan saya sempat terpikir untuk bunuh diri," tuturnya.
Jika saja Laura tahu akan begini keadaannya, ia mungkin berharap takkan pernah menggunakan salep itu lagi. Namun karena saat itu dirinya masih kecil, ia tentu tak bisa berbuat apa-apa.
Baca juga: Ingin Montok dan Tampil Menarik, Wanita Ini Malah Kena Eksim
Ahli penyakit kulit, Dr Mototsugu Fukaya menjelaskan penggunaan steroid salep dalam jangka panjang dapat memicu kecanduan pada obat ini. "Pasalnya, kecanduan salep steroid dapat mengakibatkan gejala seperti dermatitis atau radang kulit yang sesungguhnya," paparnya.
Meskipun langka, sindrom yang dialami Laura biasanya akan hilang sendiri dalam waktu 12-24 bulan, tetapi ini juga tergantung masing-masing kasus.
(lll/vit)











































Laura sebelum gejala Sindrom Kulit Merahnya muncul (Foto: Caters News Agency)