Meski begitu, Ruth tidak putus asa dan ia berusaha sekuat mungkin untuk bisa mempertahkan bayi di dalam kandungannya. Hingga saat Lydia lahir, dokter bedah yang menanganinya sudah tiga kali memberi tahu Ruth jika kondisi Lydia amat lemah dan tidak menutup kemungkinan ia sulit bertahan hidup.
"Tapi putri saya adalah sosok yang kuat. Dia membuktikan bisa tetap bertahan hidup sampai saat ini. Dia adalah keajaiban kami," tutur Lydia seperti yang ia tulis di situs galang dana Go Fund Me, dan dikutip dari Express pada Jumat (18/12/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Derita Bocah 3 Tahun Mengidap Hidrosefalus, Kepala Membesar Tubuh Mengecil
Gadis cilik itu juga tidak mampu menggerakkan tangan serta kakinya akibat tidak ada sinyal yang ditransmisikan otaknya kepada tangan dan kaki untuk bergerak. "Lydia juga mengalami hidrosefalus yang membuat kepalanya berisi banyak cairan," imbuh Ruth.
Selama ini, sudah lebih dari 40 prosedur operasi yang dijalani si kecil Lydia. Namun, sang ibu menegaskan jika Lydia masih bisa tersenyum bahkan dalam mengisi kesehariannya bersama keluarga.
"Melihat anaknya menderita adalah mimpi terburuk semua orang tua. Tapi Lydia anak yang kuat. Dia selalu tersenyum," ujar Ruth.
Melalui situs Go Fund Me, Ruth menggalang dana untuk membeli tongkat khusus bagi Lydia supaya dia tidak hanya duduk di kursi roda sepanjang hari. Selain itu, dana yang terkumpul juga akan digunakan untuk membuat sistem khusus yang bisa meluruskan kepala Lydia selama dia tertidur, lengkap dengan lampu serat optik sebagai area sensoriknya.
Baca juga: Bayi Berkepala 2 di India Jalani Operasi Pemisahan Kepala (rdn/vit)










































