Di usia mereka yang menginjak 14 dan 9 tahun, total bobot keduanya hanyalah 19 kg. Tinggi mereka juga tak lebih dari 152 cm bila digabungkan. Saking kecilnya, mereka bisa digendong oleh sang ibu sekaligus.
Tak hanya itu, mereka juga lumpuh, bisu, mengalami gangguan penglihatan, dan berulang kali kejang. Seluruh kebutuhan keduanya harus dibantu oleh sang ibu, termasuk untuk makan dan memakai pakaian sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat masih hamil Claire, tak ada masalah dengan kandungan Gwen. Bahkan saat menjalani pemeriksaan di usia kandungan 19 minggu, tak ada tanda-tanda kejanggalan pada janinnya.
Namun begitu si janin lahir, kepalanya kecil, begitu juga dengan tubuhnya. Dan saat menginjak umur tiga tahun, Claire didiagnosis dengan microcephaly. Claire sempat diprediksi takkan sanggup bertahan hingga setahun.
"Claire bahkan selalu muntah tiap diberi makan jadi bobotnya tidak bisa naik. Dokter malah bilang kalau ia bisa saja meninggal karena radang paru, dan kami sudah dipersiapkan untuk kemungkinan terburuk," papar Gwen.
Bukannya pasrah, kondisi ini justru memotivasi Gwen dan suaminya, Scott untuk memanfaatkan waktu yang ada bersama Claire dengan sebaik-baiknya, termasuk memberi si kecil makanan sehat. Mulai dari berbagai jenis sayur dan buah, daging, telur, hingga susu kambing dan juga suplemen-suplemen alami.
Tak disangka karena hal ini, Claire bisa bertahan hingga saat ini. Lalu ketika Claire akhirnya bisa merayakan ulang tahun pertamanya, Gwen ketahuan mengandung sang adik, Lola.
Hasil tes mengatakan Lola juga mengalami microcephaly dan sempat ditawari untuk menggugurkan kandungannya. Namun Gwen menolak. "Kami akan membesarkannya seperti Claire dan dia terbukti baik-baik saja sampai sekarang," katanya.
Dokter yang menangani keduanya mengaku tak tahu kapan mereka bisa bicara atau bergerak sendiri. Tetapi Gwen tak menyerah, apalagi setelah beberapa waktu lalu ia melihat Claire dapat mendorong gelasnya sendiri di atas meja makan.
"Mereka mengeluarkan suara-suara, atau berkomunikasi dengan mata mereka, dan kami tahu mereka bisa memahami apa yang kami kemukakan. Begitu pun ketika bertemu dengan seseorang yang mereka kenal, keduanya akan tersenyum," jelas Gwen seperti dikutip dari blognya, www.thehartleyhooligans.com, Sabtu (2/1/2016).
Baca juga: Kembar Siam dengan Kepala Menyatu Bisa Dipisahkan
Terlepas dari kondisi keduanya, Gwen mengatakan Claire dan Lola telah membawa kebahagiaan tersendiri bagi keluarga. "Mereka seperti selebriti lokal di sini, karena semua orang mengenal mereka," tuturnya.
Sang kakak, Cal (17) yang juga atlet basket di sekolahnya sangat bangga kepada kedua adiknya. Gwen memastikan, keduanya tak ubahnya anak-anak seumuran mereka, menyukai musik rap dan menghabiskan waktu menonton TV selama berjam-jam. Tiap kali sang kakak bertanding, keduanya juga tak pernah absen menjadi suporter untuk Cal. (lll/up)











































