Minggu, 31 Jan 2016 12:00 WIB

True Story

Nihal, Remaja 15 Tahun yang Tubuhnya Seperti Kakek-kakek Akibat Progeria

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Barcroft India Foto: Barcroft India
Mumbai - Di usia 18 bulan, Nihal Bitla (15) didiagnosis mengidap Hutchinson-Gilford progeria syndrome (HGPS) yang membuat tubuhnya menua delapan kali lebih cepat dari ukuran normal. Kelainan genetik ini membuat kepala Nihal botak, kulitnya keriput, dan anggota tubuhnya pun sangat lemah.

Umumnya, anak-anak dengan progeria mampu bertahan hidup sampai usia 14 tahun. Sebab, banyak pasien meninggal karena arteri jantungnya yang mengeras dan menyempit seperti yang sering terjadi pada orang dewasa di atas usia 60 tahun. Namun, kini Nihal membuktikan dirinya bisa bertahan hingga usianya menginjak 15 tahun.

Pada tanggal 20 Januari lalu, Nihal genap berusia 15 tahun dan ini membuatnya menjadi anak dengan progeria di India yang berusia paling lama. Sejak berhenti sekolah, Nihal mengisi hari-harinya dengan bermain game di komputer. Tak jarang, kondisinya membuat ia diejek oleh temannya dan disamakan dengan tokoh Auro, bocah dengan progeria yang diperankan oleh Amitabh Bachchan di film 'Paa'.

"Bahkan teman saya sering mengejek bisa saja saya meninggal karena serangan jantung seperti yang terjadi pada Auro. Tapi saya tidak terlalu memikirkannya. Saya tidak pernah merasa ini adalah penyakit karena saya adalah anak yang istimewa dan ini adalah hadiah dari Tuhan," tutur Nihal yang memiliki bobot 12,5 kg dan tinggi badan 120 cm ini.

Baca juga: Tua Sebelum Waktunya, Gadis 14 Tahun Tubuhnya 105 Tahun

Sejak lahir sampai usia 18 bulan, orang tua Nihal merasa tidak ada masalah pada putranya. Namun, setelah usia Nihal menginjak 18 bulan ia tidak mengalami pertumbuhan dan timbul bintik hitam di kulitnya. Sendinya pun lemah, rambutnya rontok dan pembuluh darahnya terlihat menonjol. Sempat dibawa ke dokter setempat, Nihal didiagnosis mengalami gangguan genetik yang belum bisa dipastikan jenisnya.

Sekitar lima tahun lalu barulah dokter anak dan ahli genetika di Mumbai, dr Parag Tamhankar mengatakan Nihal mengalami progeria. Pada Desember 2015, Nihal pergi ke The Progeria Foundation di Boston untuk menjalani uji klinis salah satu obat kanker yang diharapkan bisa memperlambat penuaan Nihal.

Dikutip dari Daily Mail, meski dokter belum bisa memastikan apakah obat tersebut bisa memperpanjang harapan hidup Nihal, tetapi kini Nihal mengaku kekuatannya sendinya membaik. Berat badannya pun naik 2 kg. Sayangnya, ia tidak bisa melanjutkan pengobatan karena mengalami infeksi di liver.

"Tidak peduli berapa banyak waktu yang tersisa bagi Nihal tapi saya hanya ingin bisa memenuhi keinginan anak saya. Dia ingin sekali melihat robot ASIMO buatan Honda di Jepang dan pergi ke Disneyland California. Bagaimanapun, Nihal adalah anak yang baik, penyayang, dan amat peduli dengan orang di sekitarnya," tutur ayah Nihal, Srinivas.

Baca juga: Derita Anak Progeria, Tua Sebelum Waktunya


(rdn/vit)