Kena Stroke, Ibu Ini Harus Belajar Jalan dan Bicara Lagi Seperti Balitanya

True Story

Kena Stroke, Ibu Ini Harus Belajar Jalan dan Bicara Lagi Seperti Balitanya

Nurvita Indarini - detikHealth
Rabu, 03 Feb 2016 17:02 WIB
Kena Stroke, Ibu Ini Harus Belajar Jalan dan Bicara Lagi Seperti Balitanya
Stacey dan putrinya, Aurora (Foto: SWNS/Mirror)
Lowestoft, Suffolk - Stroke membuat Stacey Legrice kehilangan beberapa kemampuannya. Bahkan dia harus belajar berjalan dan bicara lagi seperti anaknya yang masih balita.

Stroke itu menyerang Stacey di usia yang masih muda, sekitar 23 tahun. Setelah serangan itu, Stacey tidak bisa bergerak dan berkomunikasi. Alhasil dia harus belajar berjalan dan berbicara kembali. Kegiatan yang juga dilakukan putri kecilnya yang masih berusia satu tahun, Aurora.

Karena itu, Stacey belajar bersama dengan Aurora. Mereka belajar menggosok gigi maupun menyisir rambut bersama-sama. "Agak sulit dipercaya. Saya nggak pernah berpikir bahwa di usia 23 tahun saya belajar berjalan dan berbicara seperti yang dilakukan anak saya," kata Stacey, dikutip dari Mirror, Rabu (3/2/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulanya Stacey begitu frustasi. Setiap kali bercermin, dia tidak bisa melihat wajahnya sedang tersenyum. Sepertinya semua otot di wajah sudah mati sehingga dia tidak bisa tersenyum. Namun keberadaan Aurora sangat membantu Stacey untuk lebih bersemangat.

"Sangat menyenangkan karena dia menirukan hal-hal yang saya lakukan. Saya belajar menyisir rambut setelah enam bulan, lalu Aurora menirukannya," kenang Stacey.

Baca juga: Terserang Stroke di Bawah Usia 45 Tahun, Mayoritas Pilih 'Wait and See'

Menurut keterangan dokter kepada Stacey, kecepatan darah yang mengalir melalui otaknya sama seperti orang yang mengalami kecelakaan mobil fatal. Stacey pun merasakan sakit yang luar biasa, hingga keluarganya bingung.

Ketika akhirnya bisa berbicara kembali, tentu Stacey bahagia luar biasa. Apalagi Stacey sering diminta menyanyikan lagu rohani di upacara pemakaman. Dengan kembali bisa bicara, dia berharap bisa menyanyi lagi seperti sebelumnya.

Saat menjalani hari-harinya yang berat karena serangan stroke, sang suami membantunya belajar apapun. Apalagi mereka punya tiga anak. Bahkan sang suami, Jason (30), sampai meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang logam.

Stacey meyakini tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Apa yang menimpanya diyakini Stacey merupakan cara untuk membuat keluarganya lebih kuat.

"Umumnya sroke diasosiasikan dengan orang-orang tua. Tapi ini terjadi ketika saya baru berusia 23 tahun dan memiliki anak yang harus saya rawat. Namun mereka memberikan saya kekuatan," ucap Stacey.

Sementara itu Alexis Wieroniey, Deputi Direktur Kebijakan di Stroke Association menuturkan satu dari lima perempuan bisa mengalami stroke di sepanjang hidupnya. Nah, stroke bisa dialami di berbagai usia. Meski begitu, risiko stroke pada perempuan muda cenderung rendah.

"Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko yang terbesar dan berkontribusi pada lebih dari 50 persen kasus stroke," jelas Wieroniey.

Karena tekanan darah tinggi sering kali tak bergejala, Wieroniey mengingatkan agar pengecekan tekanan darah selalu dilakukan secara reguler. Selain itu perlu disarankan juga untuk olahraga, makan makanan yang sehat dan berhenti merokok karena bisa mengurangi peluang terkena stroke.

Baca juga: Cara Cepat Deteksi Stroke dan Penyakit Jantung

(vit/ajg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads