Wanita yang tak ingin disebutkan namanya ini mengaku keinginannya tersebut tak mudah untuk dilakukan. Ia harus mendapatkan izin dari pengadilan setempat.
Alasannya, sebelum meninggal sang putri memang menyimpan sel telurnya, namun tak membuat persetujuan tertulis mengenai siapa yang bisa mengambilnya setelah ia meninggal. Oleh karena itu siapapun, termasuk ibu kandungnya, tak bisa asal 'mengambil' sel telurnya. Meskipun demikian, sang ibu (sebut saja bernama Marie -red-) tak putus asa memperjuangkan keinginannya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut ITV News, tahun lalu Marie dan suaminya sudah berusaha agar bisa mengambil sel telur milik putrinya. Namun regulator independen klinik kesuburan di Inggris, Human Fertilization and Embryology Authority (HFEA), menolak permintaan pasangan tersebut. Mereka mengklaim bahwa sel telur tersebut tak bisa diambil dari tempat penyimpanan karena alasan yang sudah disebutkan di atas.
Dari penolakan ini, Marie kemudian mencoba meminta bantuan pengadilan. Namun pihak pengadilan tinggi di Inggris juga menolaknya. Kini Marie kembali naik banding karena merasa memiliki bukti jika putrinya memang ingin sel telurnya dimanfaatkan setelah dirinya meninggal. The Mirror menuliskan bahwa semasa hidupnya sang putri memang berjuang untuk memiliki anak, dan ingin Marie menggunakan sel telurnya.
Permintaan Marie dan suaminya ini pun kembali dipertimbangkan oleh hakim di pengadilan banding. Pihak hukum mengaku butuh waktu sebelum bisa membuat keputusan akhir dan memberikan izin. "Kami optimistis bisa diberikan izin," tutur pengacara Marie, Jenni Richards, seperti dikutip dari Medical Daily, Jumat (5/2/2016).
Jika Marie berhasil memenangkan kasus ini, rencananya mereka akan terbang ke Amerika Serikat guna mengambil sel telur tersebut dan dibuahi dengan sperma donor, kemudian 'ditanamkan' di rahim Marie melalui proses IVF. Meskipun usia Marie sudah melewati masa subur, namun ia mengaku masih memiliki rahim yang sangat baik dan ia masih bisa hamil.
Baca juga: Anaknya Susah Hamil, Wanita Ini Rela Mengandung Cucunya Sendiri
(ajg/vit)











































