Congenital insensitivity bersifat sangat komplikasi, turunan, banyak tipenya dan sangat langka terjadi. Tapi yang pasti semua tipe menyebabkan gejala yang hampir sama yaitu kehilangan fungsi saraf sensori dan respons kontrol terhadap sakit dan suhu.
Karena kondisi tersebut Manisha dan Dinkal jadi mengembangkan kebiasaan berbahaya mengunyah jari-jari mereka. Keluarga mengetahui hal ini setelah suatu hari mereka pulang kerja menemukan jari anak-anaknya berlumuran darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemandangannya mengerikan, jari mereka seperti dikunyah-kunyah oleh tikus. Saya tak bisa percaya bahwa mereka memakan jarinya sendiri," lanjut Gopal.
Baca juga: 4 Orang dengan Kelainan Langka, Tak Punya Rasa Sakit Meski Tubuhnya Berdarah-darah
Sementara itu sang ibu, Anita (28) memang mengatakan ia tak curiga sama sekali dengan kondisi Manisha dan Dinkal. Ia hanya mengira ke dua anaknya adalah anak pemberani karena sama sekali tak pernah menangis bila alami luka.
"Sejak lahir mereka tak pernah menangis ketika tak sengaja melukai dirinya sendiri. Kami mengira mereka punya daya tahan yang baik untuk menerima rasa sakit. Tapi insiden ini membuka kebenarannya," kata Anita.
Karena keterbatasan ekonomi saat ini keluarga hanya bisa membebat perban untuk tangan dan kaki Manisha dan Dinkal. Hal itu dilakukan untuk mencegah mereka mencederai diri sendiri lebih jauh dan meminimalisir risiko infeksi luka.
"Sakarang saya sudah tahu apa yang terjadi, ini membuat saya takut dan saya harap bisa mendapat bantuan pemerintah untuk pengobatan anak-anak," tutup Anita.
Baca juga: Pelajari Gadis yang Tak Kenal Rasa Sakit, Peneliti Siap Buat Obat Baru (fds/vit)











































