Senin, 21 Mar 2016 13:33 WIB

True Story

Kisah Kayleigh, Alami Menopause di Usia 26 Tahun karena Kanker Rahim

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: BPM
Birmingham - Januari tahun lalu, Kayleigh Wadhams dan pasangannya sedang mencoba berbagai prosedur untuk bisa memiliki anak. Namun, kondisi wanita 26 tahun itu memburuk karena ia mengalami perdarahan disertai gejala lainnya.

Setelah periksa ke dokter, perdarahan tersebut diduga kuat berhubungan dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang diidap Kayleigh. Gejala lain yang kerap dikeluhkan Kayleigh yakni perdarahan setelah berhubungan intim, keluarnya cairan vagina yang abnormal, nyeri saat bercinta, dan rasa sakit di area panggul.

Dokter tidak pernah curiga bahwa Kayleigh terkena kanker rahim, mengingat usianya yang masih terbilang muda. Apalagi, umumnya kanker rahim mengenai mereka yang berusia di atas 50 tahun. Meski demikian, kondisi Kayleigh tak segera membaik hingga ia memutuskan berganti dokter.

"Saat itu baru saya diminta menjalani pap smear dan diketahui ada sel prakanker dan saya menjalani operasi. Sempat membaik, tapi di bulan September 2015 lagi-lagi saya mengalami perdarahan. Hingga di bulan Desember, dokter kandungan melakukan histeroskopi dan saya didiagnosis kanker rahim," tutur Kayleigh.

Baca juga: Nyeri Punggung Bawah Dikira Hamil, Ternyata Jessica Kena Kanker Serviks

Dikutip dari Daily Mail, Senin (21/3/2016), tanggal 8 Februari lalu akhirnya Kayleigh memutuskan menjalani operasi pengangkatan rahim atau histerektomi. Dengan diangkatnya rahim Kayleigh, ia sudah tidak memiliki peluang lagi untuk memiliki anak.

"Tidak ada satupun sel telur saya yang berhasil disisakan. Sehingga, mustahil bagi saya untuk bisa memiliki keturunan yang berasal dari sel telur saya sendiri," imbuh Kayleigh.

Kini, di usia 26 tahun Kayleigh juga sudah menopause. Berbagai gejala yang menyertai wanita saat memasuki masa menopause juga ia alami. Berkeringat di malam hari, perubahan emosi, dan tidak bisa tidur dialami Kayleigh. Jika ia tidak mendapat terapi hormon, tulang rapuh yang berlanjut pada osteoporosis juga tak mustahil ia alami.

Sampai saat ini, dokter juga tidak tahu apa penyebab Kayleigh bisa terkena kanker rahim di usia semuda itu. Kayleigh sendiri mewanti-wanti kepada wanita lain supaya waspada dengan perdarahan atau gangguan lain pada sistem reproduksinya. Kini, teman dan keluarga Kayleigh tengah mengumpulkan dana supaya Kayleigh dan pasangannya bisa berlibur dan sebagian dana akan disumbangkan ke Cancer Research UK.

Baca juga:  Menkes: Kanker Serviks adalah Kanker yang Paling Mudah Dicegah (rdn/vit)