Senin, 18 Apr 2016 14:03 WIB

Kisah Dua Mahasiswa Suriah, Tinggalkan Kuliah dan Jadi Pemasang Kaki Palsu

Firdaus Anwar - detikHealth
Mahasiswa suriah pemasang kaki palsu (Foto: Reuters)
Jakarta - Amjad Hajj Khamis (24) tadinya adalah seorang mahasiswa sastra Prancis di University of Homs sementara temannya Abdalrahim Khlouf (25) sedang mengikuti pelatihan untuk menjadi guru. Namun sayang keduanya terpaksa berhenti karena konflik yang terjadi di negaranya, Suriah, semakin memburuk.

Setelah berhenti mengenyam pendidikan formal keduanya lalu bekerja di rumah sakit darurat di mana mereka menerima pelatihan bagaimana membuat dan memasang kaki palsu. Khamis dan Khlouf juga mendapatkan pelatihan medis jarak jauh dari Pakistan, Inggris, dan Jerman.

Berbekal pengetahuan tersebut Khamis dan Khlouf pun berkeliling dalam sebuah truk yang dirombak menjadi klinik bergerak untuk membantu korban-korban konflik. Perang lima tahun yang terjadi di Suriah diperkirakan telah membunuh lebih dari 250 ribu orang dan melukai lebih banyak lagi.

Baca juga: Wow! Kaki Palsu Ini Bisa Merasakan Sensasi Seperti yang Asli

"Rasanya tak bisa digambarkan saat Anda memasangkan kaki palsu ke pasien, terutama anak-anak. Mereka senang bergerak dan bermain jadi bisa membantu anak berjalan kembali rasanya membahagiakan," kata Khamis seperti dikutip dari Reuters pada Senin (18/4/2016).

Selama empat tahun terakhir keduanya telah membuat sekitar 5.000 kaki palsu untuk sekitar 2.500 orang. Rata-rata penerima kaki palsu berusia sekitar 15 sampai 45 tahun.

Khamis mengatakan kebanyakan pasien kehilangan kakinya karena terkena ledakan dari bom atau ranjau. Seperti misalnya saja yang terjadi pada seorang gadis 9 tahun bernama Salma ketika dirinya ingin berkunjung ke rumah kakek.

"Aku terbangun di rumah sakit dan tak bisa menemukan kaki aku. Mungkin dia sudah mendahului aku ke surga," kata Salma setelah tak sengaja menginjak ranjau.

"Awalnya aku depresi, tapi ketika ayah memberitahu bahwa aku akan mendapatkan kaki palsu dan bisa jalan lagi, aku senang," pungkas Salma.

Baca juga: Lawan Diskriminasi Kusta, Ali Bantu Sesama Lewat Lengan dan Kaki Palsu

(fds/vit)