Idap Kondisi Langka, Pria Ini Hanya Bisa Makan Sosis dan Kentang Goreng

Idap Kondisi Langka, Pria Ini Hanya Bisa Makan Sosis dan Kentang Goreng

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 20 Apr 2016 15:00 WIB
Idap Kondisi Langka, Pria Ini Hanya Bisa Makan Sosis dan Kentang Goreng
Foto: SWNS
West Yorkshire - Untuk bisa memenuhi kebutuhan gizi tubuh, variasi asupan makanan yang dikonsumsi sangat penting. Mulai dari asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Namun lain halnya dengan yang dialami oleh Daniel Pennock (26).

Selama 22 tahun terakhir, setiap hari ia hanya bisa mengonsumsi sosis, kentang goreng dan roti. Selain itu, ia juga mengonsumsi pisang dan apel walaupun dalam porsi sangat sedikit.

Saat balita, Daniel diketahui masih bisa makan berbagai macam jenis makanan. Namun begitu menginjak usia 4 tahun, ia mulai tidak bisa makan apapun selain sosis dan kentang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Studi: Konsumsi Fast Food Bikin Seseorang Rentan Terpapar Bahan Plastik

Bahkan pada hari Natal pun, ia hanya akan mengonsumsi asupan tersebut. Kondisi ini tentu saja membuat kondisi kesehatannya terus menurun. Berat badannya pun sedikit demi sedikit terus naik.

"Saya tak ingat pernah makan sayur sampai saat ini. Untuk buah pun saya hanya bisa makan apel dan pisang. Selain itu, setiap makan makanan yang lain rasanya saya mau muntah. Saya terus mencobanya, namun rasa mual itu selalu datang," tutur Daniel, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (20/4/2016).

Tak tahan dengan kondisi tersebut, ia pernah mencoba berkonsultasi dengan dokter. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia pun didiagnosis dengan 'selective eating disorder'. Ini merupakan salah satu jenis gangguan makan, di mana seseorang hanya bisa mengonsumsi makanan tertentu saja.

"Banyak orang bilang saya terlalu pemilih, padahal saya juga ingin bisa makan makanan yang lain. Namun saya tak bisa mengendalikan rasa mual yang datang. Tak jarang keinginan saya untuk mencoba makanan lain justru membuat saya muntah," imbuh Daniel.

Ayah dari dua orang anak ini berencana akan menemui dokter spesialis gangguan makan guna mengobati kondisinya tersebut. Ia sangat berharap bisa sembuh dan menjalani kehidupan 'normal' bersama anggota keluarganya.

Baca juga: Makan Salmon saat Hamil Hindarkan Bayi dari Risiko Asma

(ajg/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads