Hong terlahir dalam keadaan polydactylism atau memiliki jari ekstra. Jari tangannya berjumlah 15 buah dan jari kakinya 16 buah. Namun Hong tak mempunyai ibu jari.
Kedua orang tua Hong bukannya tak mengantisipasi hal ini. "Istri saya juga punya satu jari ekstra di masing-masing kaki dan tangannya, jadi kami memang khawatir ini akan menurun ke anak kami," kisah Zou Chenglin, ayah Hong kepada People's Daily Online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mengapa Ada Orang yang Lahir dengan Jari Ekstra
Tetapi begitu Hong lahir, Chenglin dan istrinya syok dan kecewa karena sang buah hati mengalami kondisi yang mereka takutkan. Apalagi kasus Hong tergolong ekstrem karena jari ekstranya lebih dari satu.
Harapan datang dari Prof Liu Hong. Dokter yang berpraktik di Hospital for Pediatric Ortopedics, Hunan Provincial People itu mengatakan, kondisi ini dapat diatasi dengan operasi. Hanya saja, operasinya tergolong rumit.
Di satu sisi, usia Hong masih terlalu muda untuk mendapatkan anestesi atau bius. Tetapi di sisi lain, operasinya harus dilakukan ketika usia Hong berkisar 6 bulan hingga satu tahun, sebelum tulang-tulang jarinya mengeras secara permanen.
Sebagai sesama pekerja migran dari desa Zhongping, distrik Pingjiang, provinsi Hunan, Tiongkok, pasangan ini tentu kesulitan untuk memenuhi permintaan biaya operasi yang dibutuhkan putranya.
Kini mereka berusaha menggalang dana yang dibutuhkan untuk operasi dengan mendatangi yayasan-yayasan amal lokal dan media massa. Diperkirakan mereka butuh dana mencapai 100.000-500.000 yuan atau berkisar Rp 205 juta - 10,2 miliar.
Namun keduanya berharap Hong bisa memperoleh operasi tersebut agar ia punya kesempatan untuk tumbuh normal tanpa dibayangi stigma dan tekanan sosial karena kondisi fisiknya.
Baca juga: Jago Mengetik Karena Punya 12 Jari, Pria Ini Malah Susah Cari Kerja (lll/vit)











































