Inilah yang terjadi pada seorang pria yang hanya diketahui berumur 26 tahun asal Melbourne ini. Awalnya ia mengunjungi Frankston Hospital, Melbourne untuk memeriksakan diri karena borok di jari kakinya tak kunjung sembuh.
Belakangan ketahuan jika borok itu sebenarnya merupakan gejala dari cannabis arteritis. "Pria ini adalah orang pertama di Australia yang menjalani pengobatan karena kondisi ini," ungkap Dr David Soon dari Royal Australasian College of Surgeons (RACS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsumsi ganja menyebabkan pembuluh darah perifer mengencang sehingga mengakibatkan penumpukan plak di seputaran arteri, dan mempersempit arteri itu sendiri," terang Soon seperti dilaporkan The Age.
Penyempitan pembuluh darah dapat mengakibatkan kematian sel atau biasa disebut nekrosis. Dan pada kasus yang buruk, nekrosis hanya akan berujung pada amputasi. Benar saja, yang bersangkutan ternyata memang memiliki kebiasaan menghisap ganja setiap hari. Diyakini ia bisa mengisap satu gram ganja dalam sehari.
Baca juga: Ganja Tidak Bikin Ketagihan? Belum Tentu
Untungnya tim dokter dapat mengobati pria ini dengan menggunakan metode 'ballon angioplasty', sehingga dapat melonggarkan arteri yang tersumbat tadi. Namun sebagai kompensasinya, ia harus meminum aspirin atau pengencer darah untuk seumur hidupnya.
Soon menambahkan, cannabis arteritis sering ditemukan pada pria dan rata-rata dari mereka mempunyai luka nekrotik di jari-jari kakinya. Kondisi mereka juga akan cepat membaik bila konsumsi ganjanya dihentikan sama sekali.
"Dengan semakin maraknya konsumsi ganja dan juga legalisasi ganja medis, infromasi tentang kondisi ini harusnya disebarkan secara luas karena tidak menutup kemungkinan di masa depan masalah seperti ini akan banyak ditemukan," tutup Soon.
Sejauh ini, jumlah kasus cannabis arteritis yang tercatat di seluruh dunia diperkirakan tak lebih dari 100 kasus.
Baca juga: Mana yang Paling Berbahaya dan Mematikan: Alkohol, Heroin atau Kokain? (lll/vit)










































