Rabu, 18 Mei 2016 09:45 WIB

True Story

Salut! Usia 100 dan 67 Tahun, Ibu dan Anak Ini Tetap Lakukan Hobi Berlari

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: prevention Foto: prevention
Philadelphia - Meski usianya sudah lanjut, Ide Keeling (100) dan putrinya Shelley Keeling (67) membuktikan semangat mereka untuk berolahraga tak luntur begitu saja. Bahkan, ketika Ida mengikuti kompetisi lari, Shelley-lah yang menjadi pelatihnya.

Menurut Ida, olahraga seperti obat bagi dirinya. Dengan olahraga, Ida merasa fisiknya lebih prima dan bisa menghilangkan perasaan buruk yang ia alami. Namun, bukan tanpa alasan mengapa Ida memilih lari sebagai olahraga kegemarannya.

"Saya kehilangan dua anak lelaki saya, Charles dan Donald di tahun 1979 dan 1982 akibat penyalahgunaan obat. Saat itu, saya sangat depresi dan saya menemukan bahwa berlari bisa meredakan depresi saya," kata wanita kelahiran Manhattan 5 Mei 1915 ini.

Apalagi, menurut Ida lari adalah olahraga yang bisa membuat mereka merasa bebas. Lagipula, tak perlu terlalu banyak biaya untuk berlari. Kebahagiaan tersendiri juga dirasan Ida karena ketika dia menang, dia bisa menjadi seseorang yang amat luar biasa.

Untuk berlatih lari, Ida mengandalkan bantuan sang putri, Shelley. Tak cuma itu, di usia 67 tahun, Ida melakukan kompetisi lari 5 km bersama Shelley. Mirip dengan sang ibu, Shelley merasa lari bisa menjadi obat pereda stresnya ketika banyak masalah.

Baca juga: Pada Lansia, Kesepian Sama Buruknya Seperti Merokok dan Obesitas

"Saya berlari. Lari ibarat cara saya mereset diri saya kembali. Memang dari kecil saya sudah suka olahraga. Sehingga, ketika ibu depresi karena kehilangan dua adik saya lantas ia ingin berlari, saya membantunya. Dua sampai tiga kali seminggu saya melatih ibu lari dan itu yang bisa saya lakukan untuk membantu ibu," tutur Shelley yang bekerja sebagai pengacara ini.



Shelley mengaku bangga dengan prestasi sang bunda. Di tahun 1995, Ida mendapat medali pertama kali saat berhasil menyabet juara kedua. Di usia 92 tahun, Ida berhasil meraih medali emas dari kompetisi lari yang diikutinya. Enam tahun lalu, saat Ida berusia 95 tahun ia kembali mengikuti kompetisi lari 60 meter di New York. Total, ada 60 medali yang berhasil didapatkan Ida.

Di usia 99 tahun, Ida mencatat rekor lari tercepat saat mengikuti kompetisi lari 100 meter untuk kategori kelompok usianya, di Ohio. Tanggal 30 April lalu saat usianya 100 tahun, Ida memecahkan rekor dunia ke-empat kalinya untuk kategori pelari tercepat di kelompok usianya, saat kompetisi lari 100 meter di Philadelphia.

"Lakukan apa yang kamu butuhkan, bukan inginkan. Dengan lari, saya bisa mendapat stimulasi mental sehingga saya lebih semangat dan menikmati hidup saya. Kadang saya heran melihat cucu saya hanya duduk di meja dengan gadgetnya. Saya rasa, saya tidak bisa melakukan itu," ujar Ida.

Sementara, belajar dari sang ibu, Shelley memiliki prinsip setiap orang berkompetisi untuk segala sesuatu. Hanya butuh fokus dengan tujuan yang hendak dicapai dan menurut Shelley jangan kalah dengan kondisi yang ada.

"Lakukan yang kita inginkan. Hidup bisa sehat ketika kita menjaganya, mensyukurinya. Saya ingin jadi seperti ibu saya di mana kita tetap aktif dan bersemangat," tutur Shelley kepada Prevention.

Baca juga: Latihan Angkat Beban Bisa Kurangi Risiko Kematian Dini pada Lansia


(rdn/vit)