Furqon, Penyandang Tunanetra yang Aktif Berdakwah di Jalan Islam

ADVERTISEMENT

Semangat dalam Keterbatasan

Furqon, Penyandang Tunanetra yang Aktif Berdakwah di Jalan Islam

Martha HD - detikHealth
Senin, 04 Jul 2016 08:05 WIB
Foto: Martha HD
Jakarta - Mengalami kebutaan sejak kecil bukan menjadi halangan Furqon Hidayat (44) untuk berdakwah. Ya, pria tunanetra ini merupakan pendakwah yang aktif menyiarkan agama Islam.

"Paling banyak itu saat diundang untuk ceramah yang dihadiri sekitar 3.000 orang. Selain itu, pernah juga di Masjid Agung Medan yang juga cukup banyak jama'ah yang hadir," kata Furqon, ditemui detikHealth, baru-baru ini di kediamannya di daerah Klender, Jakarta Timur.

Jalan yang ditempuh Furqon memang tak mudah. Masih adanya stigma terhadap kaum disabilitas membuat Furqon sempat kesulitan dan diremehkan ketika hendak pertama kali belajar berdakwah. Ia dipandang sebelah mata karena tidak bisa melihat.

Baca juga: Pengabdian Gufron di Dunia Pendidikan Meski Tangannya Tak Sempurna

"Waktu itu saat saya sedang belajar untuk menjadi penceramah, saya mengajukan diri untuk mencoba belajar ke salah satu pengurus masjid ternama. Namun ia bilang 'Nggak usah macam-macam, kamu orang buta. Saya tersenyum atau cemberut saja kamu memang tahu? Kamu nggak tau kan? Bagaimana kalau kamu dicemberutin saat sedang ceramah?'" cerita Furqon.

Cibiran seperti itu tidak membuat Furqon patah arang. Ia malah merasa tertantang untuk membuktikan bahwa siapa saja dapat berdakwah, bahkan penyandang tunanetra seperti dirinya.


Pada masa-masa awal berdakwah, pria asal Pemalang, Jawa Tengah ini mengaku sempat grogi. Pertama karena kondisinya yang sedikit berbeda dan kedua, ia belum memiliki banyak pengalaman. Untuk mengatasi rasa grogi tersebut, Furqon selalu menganggap sedang berbicara kepada teman atau bahkan kepada diri sendiri.

Keahlian Furqon berdakwah pun bertambah semenjak ia mempelajari cara membaca Al-Quran dengan huruf braille. Kemampuan ini terbukti penting untuk menambah keahliannya sebagai pendakwah.

"Saya harus mencari cara agar mereka betul-betul memperhatikan dakwah. Biasanya saya membuat mereka terharu kemudian saya membuat jokes lucu agar mereka tertawa sehingga tetap memperhatikan dakwah saya," tambahnya.

Furqon berharap agar para penyandang disabilitas, terutama kelompok tunanetra, untuk belajar bersabar dan menerima kondisi yang mereka miliki. Ia berpesan agar penyandang tunanetra mulai mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga dapat berguna untuk masyarakat.

"Jangan lupa juga untuk bekerja keras, artinya jangan terlalu banyak untuk berleha-leha seperti ngobrol sesuatu yang tidak penting. Misalnya saat waktu kosong, saya menghapal hadist atau baca Al-Quran untuk mengingat ilmu yang saya miliki," tutup bapak satu anak ini.

Baca juga: Surya Sahetapy Sampai Amerika Serikat Demi Memajukan Tunarungu (mrs/mrs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT