Tak dijelaskan di usia berapa wanita ini mulai menjalani pengobatan kanker. Saat itu ia didiagnosis dengan Wilm's tumor, kanker ginjal langka yang hanya ditemukan pada 70 anak dan remaja di Inggris tiap tahunnya.
Kanker ini harus diobati dengan kemoterapi intens yang dapat memicu menopause dini dan kemandulan. Meski begitu dokter memberinya kesempatan untuk memiliki keturunan di masa depan dengan mengambil sebagian kecil jaringan ovariumnya untuk kemudian dibekukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pasien Kanker Testis dan Ovarium Masih Bisa Punya Anak
Si pasien berangsur membaik setelah pengobatan rampung dilakukan. Ia kemudian menikah dan memutuskan ingin memiliki keturunan. Indung telur yang tadi disimpan lantas ditanamkan kembali ke tubuhnya tahun lalu, dengan bantuan tim dokter yang dipimpin oleh Profesor Richard Anderson di MRC Centre for Reproductive Health, Edinburgh University.
"Pada dasarnya hanya bagian kecil dari permukaan ovarium yang diambil sepuluh tahun lalu, hanya beberapa milimeter saja, lalu ditanamkan di ovarium yang ada sekarang," jelas Prof Evelyn Telfer, yang juga ambil bagian dalam operasi tersebut, seperti dilaporkan Daily Mail.
Secara mengejutkan, si pasien yang berumur 31 tahun itu bisa melakukan pembuahan secara alami atau tanpa bantuan prosedur khusus seperti IVF. Lain halnya dengan mayoritas pasien kanker lainnya yang menjalani prosedur serupa.
Dua minggu lalu, ia dilaporkan telah melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat. Ia pun dikukuhkan sebagai wanita Inggris pertama yang merasakan kesuksesan prosedur tersebut. Hingga kini terhitung hanya ada sekitar 30 pasien di penjuru dunia yang memperoleh prosedur ini, dan rata-rata berasal dari AS atau daerah Skandinavia.
"Ini pencapaian yang luar biasa, dan memberikan harapan bagi para wanita muda yang digadang tidak bisa memiliki keturunan karena kanker," tutup Telfer.
Baca juga: Wanita Ini Tetap Bisa Hamil Meski Ovariumnya Ditanam di Perut (lll/vit)











































