Langka! Wanita dengan Dua Serviks Kena HPV, Hanya Satu yang Infeksi

True Story

Langka! Wanita dengan Dua Serviks Kena HPV, Hanya Satu yang Infeksi

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 12 Agu 2016 10:11 WIB
Langka! Wanita dengan Dua Serviks Kena HPV, Hanya Satu yang Infeksi
Foto: thinkstock
Massachusetts - Wanita yang hanya diketahui berumur 35 tahun ini terlahir dengan dua rahim dan serviks (mulut rahim). Kondisi yang disebut uterine didelphys ini sejatinya sudah tergolong langka.

Namun itu belum seberapa, sebab ternyata wanita ini juga hanya memiliki satu vagina. Padahal umumnya seseorang dengan uterine didelphys terlahir juga dengan dua vagina.

Dua keunikan itu saja sudah cukup membuat dokter tercengang. Hingga kemudian wanita asal Massachusetts ini dilaporkan terserang infeksi human papillomavirus (HPV) beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu ia memang sedang menjalani skrining untuk kanker serviks di Lahey Hospital and Medical Center, Massachusetts. Dokter menemukan adanya infeksi HPV di serviks kiri, termasuk lesi pra-kanker yang dianggap berisiko tinggi untuk menjadi kanker.

Anehnya, serviks kanan wanita ini baik-baik saja, terbebas dari infeksi dan lesi. Padahal ketika satu serviks terpapar virus, serviks satunya juga pasti akan mengalami hal serupa.

Karena terdeteksi sejak dini, wanita ini segera mendapatkan penanganan. Satu tahun kemudian lesinya menghilang dan tim dokter memastikan kedua serviks pasien sudah negatif dari HPV.

Baca juga: Kisah Poppy, Bocah 8 Tahun yang Punya 2 Rahim dan Terlahir Tanpa Vagina

Meski demikian, dalam laporannya yang dipublikasikan jurnal Obstetrics & Gynecology, peneliti menulis bahwa kasus ini adalah yang pertama kali ditemukan. Dalam literatur medis hanya ada 8 pasien dengan uterine didelphys yang terkena kanker serviks. Tujuh di antaranya ditemukan kanker di kedua serviksnya, dan satu kasus terjadi pada satu serviks.

Bedanya dengan kasus terbaru, pada kasus terdahulu, si pasien memang hanya terpapar HPV di salah satu serviksnya saja. Sedangkan di kasus terbaru, kedua serviks sama-sama terpapar HPV, tetapi hanya satu yang sampai infeksi dan menjadi kanker. Demikian seperti dilaporkan Livescience.

Di sisi lain, temuan ini mendorong peneliti untuk mempelajari HPV lebih mendalam, terutama tentang mengapa tidak semua serviks bisa ditempeli HPV. Dan pemahaman ini penting untuk menguak bagaimana caranya menghindari kondisi yang lebih buruk akibat HPV, semisal kanker serviks.

"Ketika nantinya kami menangani pasien dengan dua serviks lagi, itu artinya kami harus melakukan evaluasi mandiri pada masing-masing mulut rahim agar bisa diketahui apakah ada abnormalitas atau HPV di sana," tutupnya.

Baca juga: Punya Dua Rahim, Perempuan Ini Rasakan Sakitnya Bersalin Setiap Menstruasi

(lll/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads