Kisah Remaja yang Mampu Bertahan Hidup Setelah Terinfeksi Amoeba Pemakan Otak

True Story

Kisah Remaja yang Mampu Bertahan Hidup Setelah Terinfeksi Amoeba Pemakan Otak

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Rabu, 31 Agu 2016 09:08 WIB
Kisah Remaja yang Mampu Bertahan Hidup Setelah Terinfeksi Amoeba Pemakan Otak
Foto: Florida Children's Hospital - ABC News
Florida - Amoeba Naegleria Fowleri atau yang dikenal sebahai amoeba pemakan otak lagi-lagi menyerang seorang remaja. Namun, remaja ini mampu bertahan dan menjadi orang ke-empat yang terinfeksi dalam 50 tahun terakhir.

Menurut Florida Department of Health, Sebastian Deleon yang berusia 16 tahun dilarikan ke Florida Children's Hospital di Orlando, Florida setelah terinfeksi amoeba pemakan otak ketika berenang awal bulan lalu di Broward Country.

Menurut dr Rajan Wadhawan, kepala medis di Florida Hospital for Children, amoeba pemakan otak tidak dapat menginfeksi tubuh jika tidak tertelan bersama air. Amoeba akan berbahaya ketika masuk ke dalam hidung dan sebagian pasien yang terinfeksi hanya mampu bertahan hidup 12 sampai 13 hari setelah terinfeksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil tes cairan dari tulang belakangnya (Deleon) menunjukkan bukti adanya amoeba. Pada kasus infeksi Naegleria fowleri, 97 persennya berakibat fatal," tutur dr Humberto Liriano, dokter yang merawat Deleon, dikutip dari CNN, Rabu (31/8/2016).

Setelah Deleon tiba di RS, dokter langsung mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan remaja itu. Ia diberi obat yang disebutkan Centers of Disease Control (CDC) dapat membunuh amoeba. Namun, karena obat tersebut tidak menunjukkan hasiul signifikan, tim dokter memutuskan membuat Deleon koma dan menurunkan suhu badannya hanya sampai 33 derajat untuk menjaga amoeba tetap hidup.

Baca juga: 5 Fakta Penting Seputar Amoeba Pemakan Otak

"Amoeba menyukai air yang hangat dan kami membekukannya hingga amoeba menjadi kista," jelas dr Liriano.

Setelah menunggu 72 jam, hasil pemeriksaan menunjukkan amoeba di tubuh Deleon hilang. dr Liriano pun memutuskan untuk membuat Deleon sadar dengan melepas tabung napasnya. Beberapa jam kemudian, Deleon sudah mulai bisa bicara dan berjalan.

Dilaporkan, kondisi Deleon sudah membaik dan dalam beberapa hari ia berharap bisa segera pulang. Ibu Deleon, Brunilda Gonzalez mengucapkan terima kasih kepada staf Florida Childern's Hospital dan mengatakan pengalaman yang dialami Deleon bisa jadi pelajaran untuk anak lainnya.

"Tuhan telah memberikan keajaiban untuk mengembalikan anakku. Tuhan telah memberikan kita keajaiban melalui staf rumah sakit ini. Kami sangat berterima kasih untuk hadiah hidup ini," kata Brunilda.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Amoeba Pemakan Otak (rdn/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads